IAEI Kalsel Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Ekonomi Halal
Banjarmasin-Spektroom : Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Kalimantan Selatan menempatkan penguatan UMKM melalui ekosistem ekonomi halal sebagai salah satu agenda utama kepengurusan periode mendatang.
Program bertajuk Halal Economy & UMKM Acceleration itu diarahkan untuk membantu pelaku UMKM naik kelas, mulai dari penguatan legalitas usaha, sertifikasi halal, peningkatan kapasitas, digitalisasi, pembiayaan syariah hingga perluasan akses pasar.
Ketua Umum DPW IAEI Kalsel, Prof Dr Ahmad Yunani SE MSi, mengatakan penguatan UMKM menjadi penting karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Yunani setelah pelantikan DPW IAEI Kalsel oleh Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar di Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).
Menurut Yunani, keberadaan IAEI di Kalsel diharapkan tidak berhenti pada pengembangan wacana ekonomi Islam, tetapi mampu mendorong penerapannya dalam kehidupan masyarakat.
“Kami melanjutkan perjuangan Datu Kalampayan Syech Muhammad Arsyad Al Banjari, para ulama, habaib, tuan guru, kiai, ustaz dan dai dalam memberikan edukasi serta bimbingan kepada umat,” kata Yunani, Senin (10/8/2026).
Selain penguatan UMKM, DPW IAEI Kalsel menyiapkan empat program prioritas lain, yakni IAEI Policy & Economic Research Center, Zakat–Wakaf Productive Movement, Young Islamic Economist Academy, serta Islamic Economic Development Index Kalsel.
Kelima program tersebut, kata Yunani, diarahkan untuk menjadikan IAEI Kalsel sebagai think tank sekaligus mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang inklusif, produktif, berbasis riset dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat kolaborasi, struktur organisasi IAEI Kalsel juga melibatkan unsur pemerintah, regulator, akademisi, perbankan syariah, profesional dan pelaku usaha.
Sejumlah tokoh yang masuk dalam jajaran pembina dan penasihat antara lain Gubernur Kalsel, Wakil Gubernur Kalsel, Kepala BI Kalsel, Ketua OJK Kalsel, serta pimpinan ULM dan UIN Antasari.