Trending

Ibu-Ibu Diaspora Indonesia di Jepang Dibekali Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy

Ibu-Ibu Diaspora Indonesia di Jepang Dibekali Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy
Dr.Rastina Kalla SE.,MS.i (Tengah) sebelum acara pengabdian. (Foto: Koleksi pribadi)

Fukuoka-Spektroom : Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk "Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Circular Economy di Fukuoka Jepang" Senin (2/112026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Rastina Kalla, S.E., M.Si. sebagai ketua tim, bersama Dr. Ayu Parawansa sebagai anggota. PKM ini menyasar ibu-ibu warga Indonesia yang bermukim di kompleks perumahan Kashiihama 2 Chome, Higashi-ku, Fukuoka, dan terlaksana melalui kerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jepang.

Pemilihan Fukuoka sebagai lokasi kegiatan memiliki alasan yang kuat. Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pemilahan sampah paling disiplin di dunia. Setiap rumah tangga wajib memisahkan sampah sesuai kategori dan jadwal pengangkutan yang ditetapkan pemerintah kota.

Bagi warga Indonesia yang tinggal di Jepang, aturan ini sering menjadi tantangan tersendiri, terutama pada masa awal adaptasi. Di sisi lain, pengalaman hidup dalam sistem tersebut merupakan modal berharga yang dapat dibawa pulang dan diterapkan di tanah air.

Dalam pemaparannya, Dr. Rastina Kalla menegaskan pentingnya pengolahan limbah dan sampah rumah tangga secara benar. Menurutnya, sampah yang tidak dikelola dengan baik akan mencemari tanah, air, dan udara, sehingga pada akhirnya merugikan kesehatan masyarakat itu sendiri. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sampah tidak semata persoalan lingkungan.

"Limbah dan sampah rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai ekonomis. Jika dipilah dan diolah dengan tepat, sampah bisa menjadi kompos, bahan daur ulang, bahkan produk yang dapat dijual. Inilah inti dari circular economy, yaitu menjaga agar sumber daya terus berputar dan tidak berakhir sebagai pencemar," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan circular economy berbeda dengan pola ekonomi linear yang selama ini dominan, yaitu ambil, pakai, lalu buang. Dalam kerangka ekonomi sirkular, rumah tangga menjadi titik awal yang paling menentukan karena di sanalah sampah pertama kali dihasilkan dan dapat langsung dipilah.

Materi bimbingan teknis disusun secara bertahap dan aplikatif. Peserta terlebih dahulu diajak memahami klasifikasi sampah rumah tangga, mulai dari sampah organik, plastik, kertas, hingga material yang dapat didaur ulang.

Selanjutnya, tim memperkenalkan teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos skala rumah tangga yang sesuai dengan keterbatasan ruang di apartemen. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai pemanfaatan ulang barang bekas (upcycling) serta cara menghitung potensi nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik.

Dr. Ayu Parawansa menyampaikan bahwa ibu rumah tangga memegang peran strategis dalam membentuk kebiasaan keluarga. Perubahan perilaku dalam mengelola sampah lebih mudah tumbuh apabila dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas terdekat.

Ia berharap para peserta tidak hanya terampil menjalankan aturan pemilahan di Jepang, tetapi juga memahami logika di baliknya, sehingga pengetahuan tersebut dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat ketika kembali ke Indonesia.

Diskusi tersebut memperkaya materi karena tim dapat mengaitkan konsep circular economy secara langsung dengan praktik nyata yang dialami peserta.
Pihak ICMI Jepang menyambut baik pelaksanaan PKM ini. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi diaspora dinilai mampu menjembatani transfer pengetahuan dua arah. Akademisi memperoleh gambaran langsung mengenai penerapan sistem pengelolaan sampah di negara maju, sementara komunitas mendapat pendampingan berbasis kajian ilmiah.

Melalui kegiatan ini, UMI menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi hingga ke tingkat internasional. PKM di Fukuoka diharapkan menjadi pijakan bagi kerja sama berkelanjutan antara UMI, ICMI Jepang, dan komunitas warga Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pengurangan sampah dari sumbernya.

Berita terkait

Ketua PODSI Sulsel:  Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Ketua PODSI Sulsel: Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Makasar-Spektroom : Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan, Dr H Alimuddin, SH, MH, M.Ken, mengingatkan atlet dayung yang akan berlaga pada Porprov Sulsel 2026 agar tampil tangguh, maksimal, dan menjunjung tinggi sportivitas. Pesan tersebut disampaikan Alimuddin pada rapat persiapan panitia cabang olahraga dayung di Sekretariat

Yahya Patta, Rafles
Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Bandarlampung - Spektroom: Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yanyan Ruchyansah pukul 08.00, Selasa 3 November 2026, diagendakan memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia

Anggoro AP
Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Denpasar – Spektroom :  Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Ferry Juliantono menegaskan,  Pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen penting perekonomian nasional lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mulai dari pembentukan badan usaha hingga pembangunan fisik dan pengoperasiannya. Penegasan tersebut disampaikan saat  mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di

Nurana Diah Dhayanti