Idul Adha 1447 H, Pemkot Jaksel Sembelih 99 Ekor Hewan Kurban

Idul Adha 1447 H, Pemkot Jaksel  Sembelih 99 Ekor Hewan Kurban
Suasana berlangsungnya pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Pemkot Jakarta Selatan. (Foto: Spektroom/Irvan).

Jakarta Selatan- Spektroom: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerima amanah hewan kurban sebanyak 63 ekor sapi dan 138 ekor kambing pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026. Sebagian hewan kurban tersebut didistribusikan ke berbagai masjid, mushala, pesantren, majelis taklim hingga panti asuhan, di wilayah Jakarta Selatan sebagai bentuk pemerataan.

Pemotongan hewan kurban dipusatkan di Masjid Darul Jannah, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026). Dari total 63 sapi, sebanyak 31 ekor dipotong di lokasi tersebut, sedangkan 32 ekor lainnya disebar ke sejumlah wilayah. Sementara untuk kambing, sebanyak 138 ekor 68 ekor dipotong di Kantor Wali Kota dan 70 ekor didistribusikan ke berbagai tempat ibadah dan lembaga sosial.

Pemkot Jakarta Selatan juga kembali menggunakan besek atau bongsang berbahan bambu untuk pendistribusian daging kurban. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Besek atau bongsang ini lebih ramah lingkungan karena mudah terurai. Berbeda dengan plastik yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai,” ujar panitia kurban Pemkot Jakarta Selatan, Said Ali.

Said mengungkapkan, besek ramah lingkungan tersebut turut didistribusikan ke seluruh kecamatan di Jakarta Selatan untuk digunakan dalam pembagian daging kurban. Tahun ini, Pemkot Jaksel menyiapkan lebih dari 2.000 besek untuk pembagian daging kepada masyarakat.

"Daging kurban dibagikan kepada PJLP, PPSU, pegawai honorer sudin, SKPD, UKPD, serta warga sekitar Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Setiap penerima mendapatkan sekitar 1,5 kilogram daging yang dibagikan menggunakan sistem penimbangan agar merata," ujarnya.

Dalam proses penyembelihan, jelas, Said Ali, panitia menggunakan alat Restraining box, alat bantu khusus yang berfungsi untuk merobohkan sapi dengan cara yang lebih aman dan terkendali. Alat ini sangat berguna, terutama di lokasi penyembelihan komunal seperti saat hari raya Idul Adha.

"Untuk membantu merebahkan sapi agar proses pemotongan lebih aman dan terkendali. Penggunaan alat ini dilakukan untuk menghindari risiko sapi lepas saat proses penyembelihan," katanya.

Dirinya menambahkan, Pemkot Jakarta Selatan juga menggandeng tim dari BATAN Serpong dan Juru sembelih Halal (Juleha). Sebanyak 36 personel tim dari BATAN dan delapan anggota Juleha diterjunkan untuk membantu proses penyembelihan hewan kurban.

Selain itu, tambahnya, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan bekerja sama dengan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan serta petugas kesehatan. Pemeriksaan dilakukan sebelum daging didistribusikan guna memastikan daging layak konsumsi.

“Kalau ditemukan bagian yang tidak layak konsumsi, seperti hati yang mengandung cacing, langsung dikuburkan dan tidak dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pada Idul Adha tahun ini, Pemkot Jakarta Selatan juga menerima bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia dengan bobot mencapai satu ton. Sapi tersebut disembelih langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar.

Berita terkait

RESPONS CEPAT Polda Maluku: Tim URC Ditreskrimum Bekuk Pelaku Pencurian Usai Viral di Media Sosial

RESPONS CEPAT Polda Maluku: Tim URC Ditreskrimum Bekuk Pelaku Pencurian Usai Viral di Media Sosial

Ambon-Spektroom: Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku dalam menindak lanjuti laporan serta keresahan masyarakat yang berkembang di ruang digital. Hanya dalam hitungan jam setelah kasus pencurian viral di media sosial, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Ditreskrimum Polda Maluku berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian

Eva Moenandar, Anggoro AP