Ikuti RDPU Penyusunan RUU Komoditas Strategis, Gubernur Mirzani Ajak 7 Bupati.

Ikuti RDPU Penyusunan RUU Komoditas Strategis, Gubernur Mirzani Ajak 7 Bupati.

SPEKTROOM.ID - Pada masa sidang ke- 4 Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menjadwalkan penyusunan atas Rancangan Undang-Undang tentang Komoditas Strategis sesuai dengan Prolegnas Prioritas tahun 2025.

Ketua Baleg DPR RI - Bob Hasan pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Rapat Badan Legislasi, Rabu (25/06/2025) mengatakan, salah satu kegiatan dalam penyusunan RUU adalah meminta masukan dari masyarakat, sebagai bahan untuk menyempurnakan konsepsi Rancangan Undang-Undang.

"Masukan dari masyarakat tersebut dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDPU), sebagaimana diatur dalam pasal 128 peraturan DPR RI tentang tata tertib. Terkait dengan hal tersebut, kami informasikan bahwa badan legislasi telah menerima surat permohonan dari Perhimpunan Pelaku Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI)." ujar Bob Hasan.

Diakui Bob Hasan bahwa memang belum ada regulasi terkait dengan pengaturan komunitas strategis, dan PPTTI juga menyanpaikan permohonan terkait dengan bagaimana pengaturannya agar produksi tepung tapioka menjadi bagian daripada komoditas strategis.

Melalui kanal YouTube, Baleg DPR RI, Politisi Partai Gerinda ini juga merinci isi surat permohonan dari PPTTI , meminta agar badan legislatif DPR RI menetapkan pengaturan dan pembatasan impor tepung tapioka dan turunannya melalui mekanisme perizinan terbatas.

Selanjutnya, mempertimbangkan pengenaan bea masuk anti dumping terhadap produk impor yang dianggap merugikan industri dalam negeri.

"Selain itu surat permohonan dari PPTTI juga minta memasukkan komoditas terpioka, dalam neraca pangan nasional sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan. Terakhir, menerapkan harga beli minimum singkong dan harga jual minimum tepung tapioka, secara nasional guna menghindari diskriminasi harga Antara provinsi." tutup Bob Hasan.

Ditempat yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengutarakan Bahwa petani dan industri singkong yang terus terpuruk akibat belum adanya larangan impor singkong dan produk turunannya.


Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Foto : Capture YouTube Baleg DPR RI)

“Dari 9,4 juta penduduk Lampung, 70 persen adalah petani dan 2 Juta keluarga di antaranya petani singkong. Singkong ini menyumbang 50 persen produksi nasional disusul padi dan jagung."

Sementara Dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp483 triliun, kontribusi dari singkong dan turunannya mencapai Rp50 triliun.

Mirzani mengungkapkan, meski singkong sudah mulai ditanam masif sejak 2001, para petani baru memiliki asosiasi dalam dua-tiga tahun terakhir. Akibatnya, hubungan antara petani dan pengusaha tak terbangun dengan baik.

“Mereka jalan sendiri-sendiri. Kesejahteraan petani tak pernah jadi prioritas pembicaraan,” keluhnya.

Diketahui, Kondisi makin pelik sejak akhir 2024. Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong dipatok Rp900 per kilogram, dengan potongan 15-20 persen. Petani dengan lahan 1 hektare hanya bisa mengantongi sekitar Rp1 juta per bulan.

Tak kuat menahan tekanan, petani berkali-kali melakukan aksi unjuk rasa menuntut harga naik.

“Kami naikkan HET jadi Rp1.350 per kilogram dengan potongan 15 persen dan kadar rafaksi 24 persen. Petani senang, tapi pengusaha langsung merugi. Mereka memilih tutup pabrik, pura-pura rusak mesin, agar tidak perlu beli singkong,” kata Mirza mengakhiri keterangannya.

Nampak dalam RDPU, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar, bersama tujuh Bupati mengikuti RDPU dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI

Ketujuh Bupati yang wilayahnya penghasil singkong, seperti Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Lampung Tengah Ardito Wijaya dan Lampung Selatan Radityo Egi.

Selanjutnya Wakil Bupati Lampung Utara Romli, Bupati Mesuji Elfianah, Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya, dan dan Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan.(@Ng). 

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс