Trending

Inovasi Kayu Transparan Alternatif Bahan Baku Kaca

Inovasi Kayu Transparan Alternatif Bahan Baku Kaca
Inovasi kayu transparan dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) BRIN (transparent wood).

Tangerang Selatan - Spektroom : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi kayu transparan (transparent wood). Inovasi ini memanfaatkan bahan organik berbasis bahan hayati berupa kayu, sebagai alternatif material silika pasir kuarsa bahan baku kaca.

Inovasi dilakukan dengan memodifikasi dan merekayasa struktur kayu yang semula bersifat opak atau tidak tembus cahaya menjadi material yang transparan serta mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) BRIN, Adik Bahanawan mengatakan industri kaca selama ini bahan utamanya menggunakan silika yang unrenewable. Dalam proses produksinya, industri kaca menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang sangat besar.

“Kami memanfaatkan material organik berupa kayu yang ada di negara kita. Dengan pendekatan modifikasi dan rekayasa material, kayu yang selama ini tidak tembus pandang bisa diubah menjadi material transparan sebagai salah 1 parameter utama produk kaca,” kata Adik dalam siaran Pers yang diterima Spektroom, Rabu (26/08/2026).

Hampir semua jenis kayu berpotensi dapat digunakan sebagai bahan kayu transparan. Namun, setiap jenis kayu membutuhkan pendekatan dan perlakuan yang berbeda. Salah 1 parameter penting yang diperhatikan adalah kadar dan tipe lignin.

“Secara umum, berbagai jenis kayu, baik kayu jenis daun jarum maupun daun lebar dapat digunakan. Namun, setiap jenis kayu memerlukan perlakuan modifikasi dan rekayasa yang berbeda. Kadar dan tipe lignin dari kayu menentukan mudah tidaknya proses modifikasi rekayasa,” jelas Adik.

Proses pembuatan kayu transparan terdiri atas 2 tahap utama. Pertama, dilakukan delignifikasi, yaitu proses meluruhkan sebagian besar lignin yang merupakan salah 1 komponen utama kayu dan bersifat menyerap cahaya.

Lignin merupakan salah 1 komponen utama di kayu yang bersifat opak atau tidak tembus cahaya. Jadi, kalau ada cahaya, dia tidak mentransmisikan tapi dia menyerap. Karena itu, dilakukan proses delignifikasi.

Tahap kedua adalah infiltrasi polimer, yaitu memasukkan material polimer untuk menggantikan lignin yang telah diluruhkan. Polimer tersebut harus mampu mempertahankan struktur kayu pengganti lignin namun memiliki kemampuan meneruskan cahaya.

Melalui proses itu, material kayu membentuk struktur dan sifat baru sehingga disebut biokomposit. Hasilnya, material kayu yang sebelumnya tidak tembus cahaya menjadi transparan.

Polimer yang diinfiltrasi dengan treatment tertentu dalam beberapa waktu memiliki kemampuan untuk untuk terdeposit sempurna membentuk matriks yang baru, kami sebut itu biokomposit. Komposit gabungan beberapa material baru itu membentuk sifat-sifat baru, kemudian membawa karakteristik baru.

Keunggulan kayu transparan terletak pada aspek ramah lingkungan, dengan menggunakan bahan baku tanpa silika dari pasir kuarsa, inovasi ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap eksploitasi tambang pasir kuarsa khususnya.

Semangatnya tetap ke green lifestyle dan green process. Menggunakan bahan baku yang tidak menggunakan silika, sehingga secara tidak langsung dapat mengantisipasi eksploitasi tambang pasir lebih jauh ke depan.

Keunggulan inovasi ini terletak pada performa atau kualitas material yang dihasilkan. Dari sisi performa, kayu transparan yang dikembangkan memiliki tingkat transmitansi cahaya yang tinggi, yaitu kemampuan material dalam meneruskan cahaya. Hingga saat ini, riset yang dilakukan telah mampu menghasilkan kayu transparan dengan tingkat transmitansi lebih dari 50 %.

Pengembangan material ini juga diarahkan pada prinsip keberlanjutan, dengan mengupayakan material yang dapat didaur ulang atau setidaknya terdegradasi secara alami setelah masa penggunaannya berakhir. Saat degradasi ke alam, juga lebih ramah lingkungan.

Sisi ketahanan, sejumlah sampel yang telah dikembangkan selama hampir 2 tahun menunjukkan parameter utama yang relatif stabil. Salah satunya, kayu transparan tidak mengalami perubahan warna yang signifikan.

Pengembangan kayu transparan masih berada dalam tahap penelitian serta belum dilakukan studi terkait tekno ekonomi. Namun, Ia bersama timnya mendorong literasi mengenai teknologi melalui publikasi dan paten P00202215160, serta mulai memperkenalkannya kepada masyarakat melalui media populer.

Adik, beserta tim kolega riset antara lain Nanang Masruchin, S.T., M.T., P.hD. (BRIN), Prof. Dede Hermawan, M.Sc. (IPB), dan Prof. Deded Sarip Nawawi, M.Sc. (IPB) sedang melakukan riset dan inovasi pengembangan kayu transparan. Beberapa data sedang dan terus dikerjakan namun masih belum dapat di-publish ke khalayak.

Kepala PRBB BRIN, Akbar Hanif Dawam menjelaskan inovasi kayu transparan merupakan salah 1 riset unggulan di unit kerjanya karena menggunakan teknik yang cukup maju dalam memodifikasi struktur kayu.

Material kayu transparan tidak hanya berpotensi digunakan untuk fungsi dekoratif, tetapi juga berpeluang untuk dikembangkan pada berbagai aplikasi optik. Beberapa di antaranya adalah material untuk roofing, komponen optik, hingga material display elektronik.

Penelitian ini dapat diarahkan untuk menghasilkan metode produksi yang lebih optimum dan efisien. Salah 1 target penting adalah meningkatkan ukuran kayu transparan agar dapat diproduksi dalam skala yang lebih besar. (rn, msb/ed: tnt)

Berita terkait

Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih, Polres SBB Siagakan Empat Armada Multifungsi

Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih, Polres SBB Siagakan Empat Armada Multifungsi

Seram Bagian Barat–Spektroom : Polres Seram Bagian Barat (SBB), Polda Maluku, menyiagakan empat unit armada multifungsi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini menjadi upaya konkret kepolisian dalam mengantisipasi risiko kebakaran dan dampak musim kering yang dapat mengganggu

Eva Moenandar, Rafles
Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kepemimpinan dalam memajukan desa dan kelurahan. Menurutnya, pemimpin yang inovatif dan dekat dengan warga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju, di rumah jabatan gubernur, Mahan Agung, Bandarlampung, Jumat

Anggoro AP
Berantas Narkoba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Berantas Narkoba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan pengawasan peredaran narkotika hingga tingkat nagari, pemetaan jalur distribusi lintas daerah, serta peningkatan kapasitas rehabilitasi pengguna. Langkah terpadu tersebut dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Arahan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin Focus

Rafles