Inovasi Sambang LINMAS, Perkuat Peran Pelindungan Masyarakat di Desa Berdaya NTB

Inovasi Sambang LINMAS, Perkuat Peran Pelindungan Masyarakat di Desa Berdaya NTB
Kepala Satuan Pol PP Provinsi NTB Nunung Triningsih saat menyampaikan program "Sambang Linmas" (foto Diskominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nusa Tenggara Barat terus mendorong penguatan peran Satuan Pelindungan Masyarakat (LINMAS) melalui inovasi program “Sambang LINMAS”. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan pemerintah dengan anggota LINMAS di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

“Sambang LINMAS” merupakan akronim dari Selesaikan Masalah Bersama Anggota LINMAS, inovasi kita ini menitikberatkan pada pendekatan langsung ke lapangan,” jelas Kepala Satuan Pol PP Provinsi NTB Nunung Triningsih di Mataram, Senin (13/4/2026).

Terkait praktiknya Nunung mengatakan, Satpol PP NTB bersama jajaran akan turun langsung menyambangi anggota LINMAS untuk mendengar berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat bawah, serta mencari solusi bersama, mengingat keberadaan mereka sangat penting dalam berbagai aspek, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban, membantu penanganan bencana, hingga terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dilanjutkan Nunung, kehadiran LINMAS dinilai memiliki peran vital dalam mendukung program nasional dan daerah, seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM), Gerakan Indonesia Bersih, serta pengamanan pelaksanaan pemilihan umum dari tingkat desa nasional hingga program andalan pemprov NTB yakni Desa Berdaya.

“Tentu mereka (LINMAS ) harus dilibatkan karena mereka garda terdepan dan memiliki pemahaman paling dekat terhadap kondisi sosial di masyarakat,” terangnya.

Selama tahun 2026, program Sambang LINMAS telah dilaksanakan di empat desa yang tersebar di empat kabupaten/kota, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat, dengan melibatkan 40 anggota LINMAS telah disambangi.

Program ini juga disinergikan serta difokuskan pada desa dan kelurahan yang masuk dalam kategori Desa Berdaya, sehingga anggota LINMAS bersama Babinsa dan Babinkamtibmas diharapkan berperan aktif dan juga terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Desa Berdaya. Tanpa kondisi yang kondusif, upaya pengentasan kemiskinan akan sulit tercapai,” ujar Kasatpol PP.

Saat ini, jumlah anggota LINMAS di NTB mencapai sekitar 13 ribu orang. Dalam waktu dekat Pol PP provinsi NTB menargetkan, peningkatan kapasitas secara bertahap, dengan rencana pelatihan yang akan diprioritaskan bagi anggota LINMAS di Desa Berdaya.

“Fokus kita di empat Desa Berdaya tadi. Belum kita pelatihan, baru kita sambangi kesiapannya aja. Mudahan Juni kita bisa berikan pelatihan,” katanya.

Melalui berbagai inovasi ini, diharapkan peran LINMAS semakin optimal sebagai pelindung masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.

Berita terkait

Pemprov NTB dan Kabupaten/Kota Perkuat Tata Kelola Data untuk Peningkatan Indeks SDI

Pemprov NTB dan Kabupaten/Kota Perkuat Tata Kelola Data untuk Peningkatan Indeks SDI

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas tata kelola data melalui Sosialisasi Evaluasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) yang digelar di Mataram , Kamis (18/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan Indeks Satu Data Indonesia sekaligus membangun

Marsam Putrangga, Julianto
Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Bangkit Menuntut Keadilan Sejarah

Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Bangkit Menuntut Keadilan Sejarah

Bukittinggi-Spektroom : Suasana penuh haru dan semangat kebangsaan mewarnai Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (18/6/2026) pagi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, sejarawan, budayawan, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian besar terhadap

Wiza Andrita, Rafles