Insentif ketua RT dan RW Diberlakukan Dengan Sistim Berbasis Kinerja

Insentif ketua RT dan  RW Diberlakukan Dengan Sistim Berbasis Kinerja
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat BPM Kota Makassar ( Foto : BPM Makasar)

Spektroom - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Andi Anshar, mengatakan insentif yang diterima Ketua RT dan RW tidak lagi bersifat seragam seperti tahun- tahun sebelumnya namun besaran insentif akan ditentukan berdasarkan hasil penilaian kinerja yang mengacu pada indikator-indikator yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota.

“Gaji atau insentif yang diberikan tidak tetap. Ketua RT dan RW akan mendapatkan insentif sesuai dengan capaian atau hasil kinerja mereka setiap bulan,” ujar Andi Anshar, Jumat (26/12/2025).

Skema insentif berbasis kinerja ini akan mulai diterapkan kepada seluruh Ketua RT dan RW yang dijadwalkan dilantik pada 29 Desember 2025.

Dalam pelaksanaannya, insentif dibagi ke dalam tiga rentang nilai berdasarkan tingkat capaian indikator kinerja.

Rentang pertama berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.

Rentang kedua sebesar Rp600 ribu hingga Rp900 ribu per bulan.

Sementara rentang ketiga atau tertinggi berada pada kisaran Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan.

Penilaian kinerja Ketua RT dan RW dilakukan secara berkala berdasarkan indikator yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Selama ini, penilaian tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Lembaga Kemasyarakatan dan Lembaga Lainnya, termasuk RT dan RW.

Dalam peraturan tersebut, terdapat sembilan indikator utama yang digunakan untuk menilai kinerja Ketua RT dan RW.
Indikator itu meliputi pengelolaan Lorong Wisata, Bank Sampah, Retribusi Sampah, kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta penerapan program Sombere and Smart City.

Selain itu, kelengkapan Buku Administrasi RT/RW juga menjadi salah satu poin penilaian.

Indikator lainnya mencakup kemampuan Ketua RT/RW dalam melakukan deteksi dini kerawanan sosial, pendataan penduduk non permanen, serta deteksi dini potensi kerawanan bencana di wilayah masing-masing.(**).

Berita terkait

Unsoed Siapkan Mahasiswa Agribisnis Jadi Penggerak Ekspor Produk Unggulan Daerah

Unsoed Siapkan Mahasiswa Agribisnis Jadi Penggerak Ekspor Produk Unggulan Daerah

Purwokerto-Spektroom: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Purwokerto dalam pelaksanaan program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk mendukung pengembangan Desa Ekspor sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang perdagangan internasional. Program ini melibatkan sembilan mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis Unsoed yang

Bian Pamungkas
Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Putra Sawahlunto Riki Ekoni Saputra Masuk Nominasi Kalpataru Nasional 2026

Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Putra Sawahlunto Riki Ekoni Saputra Masuk Nominasi Kalpataru Nasional 2026

Sawahlunto–Spektroom : Komitmen nyata dalam pemulihan lingkungan hidup mengantarkan putra daerah Kota Sawahlunto, Riki Ekoni Saputra, menjadi nominasi penerima Penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadikan Riki sebagai perwakilan resmi Kota Sawahlunto sekaligus Provinsi Sumatera Barat dalam ajang penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia.

Riswan Idris, Rafles
Polres Payakumbuh Amankan Puluham Gram Sabu dan Empat Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dalam Satu Operasi

Polres Payakumbuh Amankan Puluham Gram Sabu dan Empat Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dalam Satu Operasi

Payakumbuh-Spektroom : Polres Payakumbuh kembali menunjukan keseriusanya dalam upaya memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam satu rangkaian operasi yang dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026, Sat Narkoba Polres Payakumbuh berhasil menangkap 4 orang pelaku dan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan mencapai 24,97 gram. Seluruh penangkapan

Wiza Andrita, Rafles