Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Pasokan Minyak Terganggu, Harga BBM Non-Subsidi di Indonesia Terancam Naik
Jakarta - Spektroom : Situasi di Selat Hormuz terus berkembang dan menjadi sorotan internasional. Pasca gencatan senjata, Iran kembali menutup jalur pasokan minyak dunia tersebut menyusul serangan militer Israel ke Lebanon
Media Iran, Fars News melaporkan serangan militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon, Rabu (8/4/2026) melanggar kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan gencatan senjata AS - Iran selama dua minggu dimediasi oleh Pakistan
Sumber militer Iran menyatakan hanya kapal tanker Iran atau yang disetujui yang diizinkan lewat. Akibatnya, banyak kapal dilaporkan tertahan dan berbalik arah.
Gangguan lalu lintas di Selat Hormuz ini mengurangi pasokan sekitar 20 juta barel per hari atau setara dengan 20 persen pasokan minyak global harian dan LNG global secara signifikan mengakibatkan harga minyak dunia kembali mendekati US$ 100 per barel.
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi geopolitik secara ketat termasuk gencatan senjata AS - Iran untuk menentukan langkah penyesuaian harga energi yang tepat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa akan ada penyesuaian harga terhadap bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Hanya saja, kata Bahlil, pemerintah masih melakukan perhitungan sebelum menyesuaikan harga.
"Pemerintah saat ini sedang berhitung bersama Pertamina dan pihak swasta mengenai BBM RON 92, 95, 98, dan solar Dex". ujar Bahlil di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam
Saat ini harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih mengacu pada ketentuan Pertamina Patra Niaga per 1 Maret 2026. Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp12.900, serta Pertamax Turbo dari Rp13.100 per liter.
Untuk jenis solar non-subsidi, harga Dexlite naik Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Untuk BBM subsidi Pertalite Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800 per liter.