Irigasi Kunci Masa Depan Pertanian Sulawesi Selatan

Irigasi Kunci Masa Depan Pertanian Sulawesi Selatan
Pengukuhan komisi irigasi sulsel periode 2025-2030 ( Foto : Kominfo Sulsel )

Spektroom - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengukuhkan Pengurus Komisi Irigasi Provinsi Sulawesi Selatan periode 2025–2030.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sidang Pleno Kantor Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Senin, (22/12/2025).

Dalam sambutannya, Jufri Rahman menegaskan keyakinannya bahwa penguatan kelembagaan Komisi Irigasi menjadi fondasi penting dalam mendukung agenda besar swasembada pangan nasional.

Menurutnya, tata kelola irigasi yang kuat dan terkoordinasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian.

Dirinya berharap Komisi Irigasi Provinsi Sulsel dapat terus berfungsi sebagai ruang dialog dan diskusi yang produktif, memberikan masukan objektif, serta rekomendasi teknis terkait pengelolaan irigasi.

Peran tersebut dinilai strategis dalam menjembatani kepentingan pemerintah dan petani.

“Tentunya ini akan didukung setiap rekomendasi yang lahir dari forum ini karena ia yakin dan percaya bahwa kualitas pengelolaan irigasi adalah kunci percepatan pembangunan sektor pangan. Untuk itu, mari jadikan irigasi bukan sekadar bangunan fisik tetapi sumber kehidupan bagi masyarakat dan masa depan daerah,” ucapnya.

Komisi Irigasi, lanjut Jufri, merupakan forum koordinasi penting di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, petani (P3A/GP3A), serta pengguna irigasi lainnya.

Untuk merumuskan kebijakan, merencanakan penyediaan dan pembagian air irigasi, serta menyelesaikan masalah pengelolaan jaringan irigasi di tingkat provinsi/kabupaten/kota.

Untuk itulah, Jufri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan petani, meningkatkan kolaborasi, memperbaiki sistem komunikasi yang masih lemah, serta memanfaatkan teknologi informasi dalam pemantauan jaringan irigasi.

“Provinsi Sulsel harus tetap konsisten menjadi lumbung pangan nasional, khususnya komoditas beras, dengan luas areal persawahan yang besar, dukungan irigasi teknis yang baik, serta produktivitas petani yang tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jufri menambahkan, pengelolaan irigasi yang baik tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkokoh ketahanan pangan daerah. Dalam konteks tersebut, Komisi Irigasi menjadi motor penggerak keberhasilan sektor pertanian Sulawesi Selatan.

Untuk diketahui, Komisi Irigasi Provinsi Sulsel terdiri atas unsur pemerintah yang membidangi sumber daya air, pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Struktur tersebut memungkinkan koordinasi lintas sektor berjalan lebih efektif dan berbasis data.(**).

Berita terkait

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama angkut, buang, dan timbun menjadi pilah, angkut, dan olah. Transformasi ini tidak hanya menyasar pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang, tetapi juga memastikan pekerja informal di sektor persampahan mendapat perlindungan sosial. Gubernur DKI Jakarta, Pramono

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Dunia Bergejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Bergerak

Dunia Bergejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Bergerak

Banjarmasin-Spektroom : Banjarmasin-Spektroom – Gejolak ekonomi global belum sepenuhnya mereda. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat hingga tekanan inflasi masih menjadi tantangan bagi perekonomian dunia. Namun, kondisi tersebut belum menggoyahkan sektor jasa keuangan Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga

Junaidi, Bian Pamungkas
Merokok Sambil Mengemudi Bisa Didenda Rp750 Ribu, Ini Aturannya

Merokok Sambil Mengemudi Bisa Didenda Rp750 Ribu, Ini Aturannya

Surakarta – Spektroom: Kebiasaan merokok sambil mengemudi masih kerap dijumpai di jalan raya. Padahal, aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu konsentrasi pengendara, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, pakar transportasi nasional sekaligus Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, meminta pemerintah lebih konsisten menegakkan aturan larangan

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
ссс