Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (berdiri, tiga dari kiri) menghadiri peluncuran Gerakan Nasional Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia, di Jakarta Utara. (DInas Kominfotik DKI).

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama angkut, buang, dan timbun menjadi pilah, angkut, dan olah.

Transformasi ini tidak hanya menyasar pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang, tetapi juga memastikan pekerja informal di sektor persampahan mendapat perlindungan sosial.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, perubahan sistem tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global dengan pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Pramono Anung, saat menghadiri peluncuran Gerakan Nasional Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).

“Pemerintah DKI Jakarta sepenuhnya menyambut baik inisiatif pemerintah pusat dan kami akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk memberikan perlindungan yang nyata bagi para pekerja informal di sektor persampahan, termasuk para pekerja pemilah sampah di Bantargebang,” ujarnya.

Ia, memgungkapkan, bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 4.000 pekerja pemilah sampah di TPST Bantargebang sejak 2017. Pada 2026, Pemprov DKI mengalokasikan sekitar Rp806 juta untuk membayar iuran perlindungan tersebut.

"Pemprov DKI berharap program perlindungan bagi pekerja pemilah sampah dapat terus dilanjutkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan BPJS Ketenagakerjaan.  Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan para pekerja pemilah sampah memperoleh perlindungan dari negara," ujarnya.

Aksi kolaborasi melalui peluncuran perlindungan sosial bagi sektor informal persampahan Indonesia juga diharapkan menjadi langkah yang tidak sekadar memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga mendukung penanganan persoalan persampahan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengungkapkan bahwa terdapat 80% pekerja di sektor informal yang belum mendapatkan perlindungan sosial.

"Ada amanat konstitusi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pekerja informal juga berisiko mengalami kecelakaan kerja," katanya.

Atas perintah presiden, Kemenaker bersama BPJS Ketenagakerjaan memberikan diskon 50% untuk iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.  Dia mengutarakan melalui potongan tersebut, iuran yang sebelumnya sebesar Rp16.800 menjadi Rp8.400 per bulan.

Menteri Lingkungan Hidup,  Mohammad Jumhur Hidayat, memiliki pandangan yang sama bahwa pekerja informal, termasuk pemilah sampah, memiliki risiko kecelakaan kerja sehingga perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Menurutnya istilah “pemulung” diganti menjadi “pekerja pemilah sampah” sebagai bentuk penghargaan terhadap pekerjaan mereka. Baginya, para pekerja tersebut memiliki peran penting karena berada di garis depan dalam proses pemilahan sampah sebelum masuk ke fasilitas pengolahan. Dia juga berharap standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) untuk pekerjaan tersebut dapat segera disusun. 

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles