Jalan Santai Warga Konghucue Litang Genta Kebajikan Pitara Depok Memperingati Nabi Kongzili 2577
Jalan Santai Lintang Genta Kebajikan Pererat Silaturahmi Umat Konghucu di Depok
Depok-Spektroom: Umat Konghuchue Genta Kebajikan di Pitara, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas Depok menggelar kegiatan. Gerak Jalan Santai Minggu (13/09/2026) di kawasan simpang Cagar Alam dan Pitara
Suasana pagi itu terasa berbeda,bukan karena kemacetan atau hiruk-pikuk kota, melainkan karena derap langkah santai ratusan warga yang memadati area tersebut.
Ini adalah momen spesial bagi umat Konghucu dari Kelenteng Litang Genta Kebajikan , yang menggelar kegiatan jalan santai perdana sebagai bagian dari perayaan Hari Kelahiran Nabi Konzhi.
Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin digemari masyarakat, kegiatan ini hadir dengan pendekatan yang lebih intim dan inklusif.
Menurut ketua Panitia Tine Agustin jalan santai keluarga ini untuk pertama kali digelar dan berharap kegiatan ini menjadi agenda periodik dari warga Konghuchue di wilayahnya.
“Tujuannya kegiatan untuk menjaga stamina umat agar tetap sehat dalam mengikuti kebaktian. Selain itu, ini juga sebagai rasa terima kasih kita atas kebersamaan selama ini,”ujar ketua Litang Genta Kebajikan Andi Arifin
Dikatakan, kegiatan juga lebih dari sekadar aktivitas fisik, acara ini dikemas dengan nuansa kekeluargaan yang kental.
Para peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga saling bertegur sapa, tertawa, dan menikmati berbagai doorprize serta hadiah menarik yang telah disiapkan.
Bagi komunitas Konghucu di Kota Depok, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis yang jauh melampaui aspek rekreasi.
Menurut Andi,bahwa kegiatan perdana ini bukanlah peristiwa sekali waktu, melainkan awal dari sebuah tradisi baru.
“Kegiatan ini tidak dapat dianggap sebagai kegiatan sementara. Ke depannya akan diselenggarakan lagi secara periodik, berkelanjutan, dan tentu saja bertujuan untuk kesehatan semua,” ujar tuturnya.
Jumlah kepala keluarga (KK) umat Konghucu di wilayah ini kini mencapai angka 300 hingga 400 KK. Mereka tersebar di tiga kecamatan utama, yaitu Cinere, Limo, dan Cipayung (termasuk area Citayam dan Pulau Mangga).
Dengan basis massa yang masih relatif kecil dibandingkan agama mayoritas, kekuatan utama komunitas ini terletak pada kekompakan.
Terkait dengan
makna perayaan Hari Kelahiran Nabi, komunitas Lintang Genta Kebajikan menekankan pada esensi spiritualitas yang terhubung dengan kehidupan sosial.
Perayaan ini bukan sekadar ritual formal, melainkan momentum untuk merefleksikan ajaran Nabi dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
“Maknanya sebenarnya untuk kelahiran ini hanyalah silaturahmi saja, tentu juga sebagai memperkuat keimanan,” tambah Andi.
Jika Lintang Genta Kebajikan mampu mempertahankan konsistensi dan kreativitasnya, bukan mustahil kegiatan ini akan menjadi ikon baru kerukunan dan vitalitas umat Konghucu di Kota Depok.
"Kegiatan diharapkan dapat menginspirasi komunitas lain untuk merajut kebersamaan lewat cara-cara yang sederhana namun bermakna." pungkasnya.(wis).