Jelang Idul Fitri Pekerja Migran Padati PLBN Entikong

Arus Mudik

Jelang Idul Fitri Pekerja Migran Padati PLBN Entikong
Pekerja Migran antre memasuki Pintu dan ruang tunggu Pemeriksaan dokumen di PLBN Entikong. Foto : Kiriman Ono Suwarno Petugas PLBN Entikong

Sanggau- Spektroom : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus pelintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mulai mengalami peningkatan signifikan.

Kepadatan didominasi oleh pekerja migran yang pulang ke Indonesia setelah mendapatkan cuti Hari Raya dari tempat mereka bekerja di wilayah Sarawak, Malaysia, hingga kawasan Miri dan Brunei Darussalam.

Pantauan di kawasan perbatasan menunjukkan sebagian besar pelintas menggunakan transportasi bus antarnegara yang mengangkut para pekerja dari berbagai sektor pekerjaan di negara jiran.

Tampak latar Belakang Bus Antar Negara yg digunakan para pekerja migran untuk mudik Lebaran. Foto: Kiriman Ono Suwarno Petugas PLBN

Kedatangan mereka berlangsung bertahap sejak beberapa hari terakhir dan diperkirakan terus meningkat mendekati puncak arus mudik Lebaran.

Petugas PLBN Entikong, Ono Suwarno, mengatakan mobilitas pelintas menjelang Lebaran tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, sebagian besar yang melintas merupakan pekerja yang selama ini bekerja di Sarawak dan wilayah sekitarnya. “Rata-rata setiap hari ada ratusan pekerja yang melintas untuk pulang mudik.

Mayoritas menggunakan bus antarnegara dari Malaysia menuju Entikong sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing di Indonesia,” ujar Ono, Minggu (15/03/2026).

Ia menambahkan, peningkatan arus pelintas sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal tahun, terutama setelah perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Namun menjelang Idul Fitri, jumlah pekerja yang kembali ke tanah air terus bertambah.

Salah seorang pekerja migran asal Jawa Tengah, Rahmat, mengaku bersyukur akhirnya dapat pulang kampung tahun ini setelah 2 tahun tidak memperoleh cuti dari tempatnya bekerja.

Rahmat yang bekerja di sebuah kilang pembuatan gentong di kawasan Batu 7, Sarawak, Malaysia, mengatakan kesempatan pulang kampung kali ini menjadi momen yang sangat berarti baginya. Sudah 2 tahun saya tidak mendapatkan cuti,” tuturnya saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp. Ia mengungkapkan telah bekerja di kilang tersebut selama 6 tahun dan baru 2 kali mendapatkan kesempatan pulang kampung saat Lebaran.

Selain pekerja migran asal Pulau Jawa, arus mudik melalui PLBN Entikong juga didominasi pekerja asal Kalimantan Barat yang bekerja di wilayah perbatasan Sarawak, Malaysia.

Sementara itu, Sutrisno, petugas dari Dinas Perhubungan yang tergabung dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 di Pos Pengamanan PLBN Entikong, memastikan situasi di kawasan perbatasan masih aman dan terkendali.

Petugas gabungan terus melakukan pengawasan dan pengaturan agar proses keluar masuk pelintas tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Pemerintah dan petugas lintas instansi di PLBN Entikong saat ini terus bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan menjelang Idul Fitri.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс