Jembatan Gantung Munggu Emas, Akses Baru untuk Warga Pelosok Kubu Raya

"Kami ingin pembangunan tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga sampai ke pelosok. Jembatan Munggu Emas adalah wujud komitmen kami untuk mendekatkan yang jauh dan membuka peluang baru bagi masyarakat"

Jembatan Gantung Munggu Emas, Akses Baru untuk Warga Pelosok Kubu Raya
Jembatan gantung Desa Munggu Emas Kubu Raya dambaan dan Impian Masyarakat diresmikan Bupati Kubu Raya Sujiwo. Foto : Diskominfo Kubu Raya.

Spektroom – Warga Desa Munggu Emas, Kabupaten Kubu Raya, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sekian lama menanti akses yang lebih layak, kini mereka punya jembatan gantung yang kokoh berdiri dan siap digunakan.

Jembatan Gantung Munggu Emas diresmikan, Minggu (21/09/2025), oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, bersama Anggota Komisi V DPR RI, Sy. Abdulrahman Alkadrie, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalbar, Chandra SP.

Jembatan ini dibangun oleh Kementerian PUPR lewat Ditjen Bina Marga. Panjang bentangnya 120 meter dengan lebar 1,8 meter. Walau tidak terlalu besar, namun memiliki fungsi yang sangat vital.

Kehadirannya akan menghubungkan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, membuka akses pendidikan, memperlancar distribusi hasil perkebunan, Pertanian dan tentu saja mempermudah mobilitas warga sehari-hari.

Bupati Sujiwo dalam sambutannya tak bisa menyembunyikan rasa syukur. Menurutnya, jembatan ini adalah bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pelosok.

“Alhamdulillah, dengan adanya Jembatan Gantung Munggu Emas, masyarakat kita tidak lagi terisolir. Akses lebih terbuka, ekonomi bergerak, dan pelayanan publik lebih mudah dijangkau,” kata Sujiwo.

Sementara itu, Kepala BPJN Kalbar, Chandra SP, menyatakan pembangunan ini sebagai simbol pemerataan infrastruktur.

“Kami ingin pembangunan tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga sampai ke pelosok. Jembatan Munggu Emas adalah wujud komitmen kami untuk mendekatkan yang jauh dan membuka peluang baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Dukungan politik juga datang dari Anggota Komisi V DPR RI, Sy. Abdulrahman Alkadrie. Ia menekankan pentingnya menjaga pembangunan yang sudah ada.

“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus memperjuangkan agar pembangunan infrastruktur semakin merata dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kalbar,” ujarnya penuh semangat.

Momen peresmian berlangsung meriah. Sejak pagi, warga sudah ramai berdatangan untuk menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Senyum lebar dan sorak sorai terlihat saat pita peresmian dipotong. Banyak warga yang langsung berfoto bersama di bawah bentangan jembatan sebagai bentuk rasa syukur dan kebanggaan.

Bagi masyarakat Munggu Emas, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah simbol keterhubungan dan harapan baru. Dari desa kecil di tepian sungai, pesan kuat bergema: pembangunan harus dirasakan sampai ke pelosok negeri.

Berita terkait

Polda Maluku Ungkap Delapan Kasus Pencurian dan Curanmor dalam Dua Bulan, Sebelas Tersangka Diamankan

Polda Maluku Ungkap Delapan Kasus Pencurian dan Curanmor dalam Dua Bulan, Sebelas Tersangka Diamankan

Ambon-Spektroom: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku bersama jajaran Satreskrim Polresta Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat dengan mengungkap delapan kasus pencurian dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sepanjang periode Mei hingga Juni 2026. Sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan dalam pengungkapan tersebut. Para tersangka terdiri dari pelaku dewasa

Eva Moenandar, Anggoro AP
GPI Bersama Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Deklarasikan Maklumat dan Resolusi Bersama

GPI Bersama Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Deklarasikan Maklumat dan Resolusi Bersama

Jakarta – Spektroom : Aula Gedung Pemuda KNPI Rawamangun menjadi saksi bersatunya komitmen generasi muda dalam mengawal arah bangsa. Gerakan Pemuda Islam (GPI) bersama aliansi elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Indonesia bersatu satu suara dalam diskusi publik, pada Sabtu. Diskusi tersebut dengan tajuk “Jalan Ninja Kaum Intelektual: Mengawal Pemerintah Melalui Kritik Terukur

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti