Trending

Jenang, Simbol Syukur - Lekat dengan Budaya Jawa

Jenang, Simbol Syukur - Lekat dengan Budaya Jawa
Salah satu Jenang Solo yang hangat dan lembut. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta-Spektroom : Bagi masyarakat Surakarta Jawa Tengah, kuliner atau makanan Jenang, bukan sekedar makanan yang mengenyangkan.

Akan tetapi Jenang sudah begitu melekat dan menjadi bagian dari budaya tradisi masyarakat sejak dulu.

Menurut Ketua Dewan Penasehat Yayasan Jenang Indonesia, KGPH Dipo Kusumo, Jenang memiliki makna filosofis yang dalam serta simbol rasa syukur, doa dan harapan. Seperti halnya Jenang Nirmala, merupakan simbol doa dan tolak bala.

Jenang Nirmala teksturnya lengket warna kecoklatan, terbuat dari sari pati tepung tapioka serta campuran rempah seperti sereh dan kayu manis serta jahe dan gula Jawa atau gula aren. Dimakan dengan siraman kuah santan kental, menjadikan Jenang Nirmala hangat menjadi sajian kuliner yang khas, lembut dan menyehatkan.

“Jadi Jenang Nirmala ini sebagai simbol kesucian hidup tanpa cela. Nir tanpa mala/cela diharapkan warga Surakarta dapat hidup dengan dilandasi niat suci bersih tanpa cela, tulus, tanpa pamrih dan selaras dengan kehendak sang pencipta,” jelas Dipo Kusumo, kepada Spektroom, Sabtu (28/2/2026).

Ketua Dewan Penasehat Yayasan Jenang Indonesia, KGPH Dipo Kusumo. (Foto: Ciptati Handayani)

Disebutkan, Jenang Nirmala cocok disajikan saat tradisi barikan sebagai pertanda menghilangkan atau membuang hal-hal buruk dan energi negative.

“Simbol adat budaya Jawa, Jenang Nirmala bisa dihadirkan dalam tradisi barikan untuk membuang energi negative dan segala keburukan,” ucapnya.

Berikut ini jenis-jenis Jenang yang lekat dengan kehidupan tradisi masyarakat Jawa;

-          Jenang Sumsum, lambang Kesehatan dan keberkahan

-          Jenang Candil, simbol roda kehidupan yang berputar

-          Jenang Sengkala, Jenang merah putih melambangkan tolak bala

-          Jenang Procot, simbol doa agar persalinan lancar

-          Jenang Lemu, simbol semangat hidup

-          Jenang Katul, Bubur dari bekatul, maknanya menusia tidak bisa hidup sendiri namun butuh bantuan orang lain.

-          Jenang Majemukan, Simbol untuk menghormati perbedaan dalam masyarakat.

 

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles