JITEX 2026 Buka Jalan Produk Jakarta Menuju Pasar Global
Jakarta - Spektroom : Suasana perdagangan, investasi, dan ekonomi kreatif mewarnai JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Ratusan pelaku usaha berkumpul membawa produk, gagasan, hingga karya kreatif dalam Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX) 2026 dan Festival Kekayaan Intelektual (FKI) Jakarta 2026.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membuka kedua agenda tersebut yang berlangsung hingga 19 September 2026. JITEX tahun ini menghadirkan 275 stan dari berbagai sektor. Pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan investor dan calon pembeli melalui forum bisnis serta pertemuan usaha.
Rano mengatakan pertemuan tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha Jakarta.
“JITEX tidak berhenti pada pertemuan dan transaksi bisnis, tetapi menjadi penggerak terciptanya peluang baru, kesepakatan bisnis, kemitraan jangka panjang, serta pertumbuhan pelaku usaha Jakarta menuju pasar global,” ujar Rano.
Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, kekuatan Jakarta tidak hanya berada pada investasi dan produk yang diperdagangkan. Kreativitas dan kekayaan intelektual juga menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi kota.
FKI Jakarta 2026 dihadirkan berdampingan dengan JITEX. Festival tersebut menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran pelaku industri kreatif mengenai pentingnya melindungi karya melalui hak kekayaan intelektual.
Ada 17 subsektor dalam dunia kreatif, kuncinya di sini adalah hak cipta. Kadang-kadang kita mengabaikan masalah hak cipta. Dunia sudah menjadi dunia global. Kalau kita tidak melindungi kekayaan intelektual, sangat berbahaya.
Perlindungan kekayaan intelektual seharusnya tidak dipandang semata sebagai pengeluaran. Pengurusan hak atas karya, merupakan bagian dari investasi agar kreativitas memiliki perlindungan sekaligus nilai ekonomi yang lebih besar.
Kolaborasi JITEX dan FKI kemudian mempertemukan 2 sisi yang saling berkaitan, yakni karya dan pasar. Pelaku ekonomi kreatif tidak hanya didorong memperluas pemasaran, tetapi juga memastikan karya yang mereka hasilkan memiliki perlindungan hukum.
Sebagai kota global yang berbudaya, Jakarta tidak hanya terbuka terhadap investasi, perdagangan, dan pasar, tetapi juga mampu membawa karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual warganya ke panggung global.
Penyelenggaraan JITEX dan FKI dapat menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut diharapkan semakin membuka ruang kolaborasi, mempertemukan kreativitas dengan pasar, dan memperluas peluang kerja sama internasional.