Kabupaten Dharmasraya Implementasikan Program "One Village One Product"
Spektroom - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat memastikan merealisasikan program One Village One Product (OVOP) atau satu desa satu produk pada tahun 2026.
Sebelum program dilaksanakan akan didahului dengan peluncuran dan seminar OVOP.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi mengatakan, seminar akan menjadi langkah awal implementasi program OVOP di Dharmasraya.
Program OVOP merupakan upaya penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi nagari.
“Sesuai rencana, peluncuran dan seminar OVOP digelar Senin 19 Januari 2026 di Auditorium Kabupaten Dharmasraya oleh Bupati Anissa Suci Ramadhani,” ucapnya, Minggu (18/1/2026).
Yefrinaldi menjelaskan, pelaksanaan program OVOP menegaskan arah kebijakan serta komitmen pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi nagari.
Program OVOP difokuskan pada pengembangan produk unggulan nagari berbasis potensi lokal, peningkatan daya saing UMKM, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar.
Yefrinaldi berharap, melalui OVOP terbangun sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengembangkan produk unggulan nagari.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi Dharmasraya berjalan menyeluruh dan merata hingga ke tingkat nagari,” tuturnya.
Menurut Yefrinaldi, salah satu inovasi unggulan program OVOP di Dharmasraya adalah budidaya padi Sawah Pokok Murah (SPM), dengan lokasi percontohan di Jorong Lubuk Aur, Nagari Gunung Medan.
Yefrinaldi menjelaskan, SPM merupakan inovasi hemat biaya dengan memanfaatkan jerami padi sebagai bahan organik untuk menyuburkan tanah, mengurangi pemakaian pupuk kimia, dan meningkatkan hasil panen hingga lebih dari 20-30%, dengan biaya produksi lebih rendah karena lahan lebih mudah diolah, membuat petani lebih untung.
"Inovasi ini didukung Dinas Pertanian melalui sekolah lapang, dan telah terbukti meningkatkan produktivitas padi secara signifikan," tandasnya.