Kabut Asap Akibat Karhutla, Sekolah Di Biak Numfor Diliburkan
Proses pendidikan tidak boleh berhenti atau terhenti sama sekali, sehingga metode dan tempat belajar dapat berubah menyesuaikan keadaan
Biak Numfor-Spektroom : Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua yang terjadi sejak Jumat, 21 Agustus 2026, menimbulkan kabut asap yang semakin memburuk dan berdampak pada kesehatan manusia, sehingga langkah ansipatif dilakukan Pemerintah Daerah setempat.
Pada Senin, 24 Agustus 2026 misalnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kebupaten Biak Nunfor, menyerukan para kepala sekolah memulangkan siswa, guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari Karhutla.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, menjelaskan bahwa seluruh siswa yang sudah terlanjur masuk sekolah hari ini, Senin 24 Agustus 2026, segera dipulangkan ke rumah masing-masing, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah ini.

Keputusan ini merupakan instruksi resmi Bupati Biak Numfor yang disampaikan Senin pagi, meskipun masih melalui pesan WhatsApp, namun pesan tersebut adalah benar bukan berita bohong atau hoaks.
Langkah selanjutnya tandas Kamaruddin adalah rapat koordinasi penting melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Hasil rapat tersebut nantinya akan melahirkan Surat Edaran resmi Bupati yang menetapkan masa libur sekolah, dengan batas waktu yang belum bisa dipastikan karena masih bergantung pada pemantauan situasi asap dan kebakaran yang sedang berlangsung," tandasnya.
Jika dalam kurun waktu satu pekan ke depan kabut asap belum berkurang dan kualitas udara masih buruk, proses belajar mengajar akan dialihkan ke sistem pembelajaran yang dapat menguntungkan dan bermanfaat bagi sekolah, siswa maupun orang tua dan lingkungan.
Proses pendidikan tambahnya, tidak boleh berhenti atau terhenti sama sekali. Dengan demikian, metode dan tempat belajar dapat berubah menyesuaikan keadaan, namun kegiatan pembelajaran harus tetap berjalan demi keberlangsungan pendidikan anak-anak Biak Numfor.
Ia meminta seluruh Kepala Sekolah dan guru untuk melaksanakan instruksi Bupati dengan tertib, serta berkoordinasi secara baik dengan orang tua siswa agar anak-anak dapat pulang dengan selamat dan aman ke rumah masing-masing sambil menunggu keputusan resmi hasil rapat koordinasi nanti.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan serta kualitas udara secara berkala, demi menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga, pelajar, guru, dan masyarakat," tutup Kamaruddin.