Trending

Kabut Asap Belum Reda, Kemenag Siapkan Dua Pilihan Peringatan Hari Santri

Kabut Asap Belum Reda, Kemenag Siapkan Dua Pilihan Peringatan Hari Santri
Kepala Kantor Kemenag kota Palangka Raya, H Muhidin Arifin didampingi Plt. Kasi. PD Pontren Kantor Kemenag Kota Palangka Raya, Hj. Windarti dan ustaz Rahmat Rosidi dari Al Wafa. (Foto: HKP Kemenag P.Raya)

Palangka Raya-Spektroom : Hari Santri Nasional 2026 belum tiba, tetapi Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya sudah dihadapkan pada satu persoalan: bagaimana menjaga semangat peringatan tanpa mempertaruhkan kesehatan para santri.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti Palangka Raya membuat peringatan Hari Santri tahun ini harus dipersiapkan dengan pertimbangan berbeda. Kegiatan tidak bisa begitu saja digelar seperti tahun-tahun sebelumnya ketika kondisi udara masih normal.

Kepala Kantor Kemenag Kota Palangka Raya, Muhidin Arifin, menyampaikan kondisi tersebut saat rapat persiapan Hari Santri Nasional bersama perwakilan 11 pondok pesantren di Kota Palangka Raya, Selasa (6/10/2026).

Menurut Muhidin, kualitas udara yang masih berada pada level sangat tidak sehat menjadi pertimbangan serius dalam menentukan bentuk kegiatan. Karena itu, Kemenag menyiapkan dua alternatif yang masih akan dibahas bersama para pimpinan pondok pesantren.

Pilihan pertama adalah apel peringatan Hari Santri di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya. Pilihan kedua berupa salat istisqa atau istigasah bersama.

“Silakan dirembukkan, kita hanya punya waktu dua minggu saja. Kita juga tidak mungkin mengorbankan kesehatan dan keselamatan para santri di tengah kondisi kabut asap yang masih pada level berbahaya ini,” kata Muhidin, Selasa (6/10/2026).

Bagi Kemenag, peringatan Hari Santri tetap penting. Namun, bentuk kegiatannya perlu menyesuaikan keadaan. Semangat para santri untuk memperingati hari bersejarah tersebut tidak harus diwujudkan dengan kegiatan yang justru membuat mereka terpapar udara tidak sehat.

Karena itu, keputusan mengenai bentuk peringatan tingkat Kota Palangka Raya akan dimatangkan melalui koordinasi dengan pondok pesantren. Kemenag juga menyatakan siap mendukung pelaksanaan Hari Santri di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober sebagai penghargaan atas peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, Kementerian Agama mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Di tengah kabut asap, pesan itu justru mendapat tantangan tersendiri: menguatkan negeri tidak berarti harus mengabaikan kesehatan generasi yang sedang dipersiapkan untuk masa depan negeri. (Polin-Eka)

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles