Kabut Asap Mengurung Seruyan, Bunda PAUD: Jangan Biarkan Mimpi Anak Padam
Kuala Pembuang-Spektroom: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat ruang gerak anak-anak di Kabupaten Seruyan menyempit. Aktivitas luar ruangan harus dibatasi, tetapi proses belajar dan keceriaan mereka tak boleh ikut berhenti.
Pesan itu mengemuka saat Bunda PAUD Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, mengunjungi TK Chandra Waluyo, Selasa (22/9/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan kegiatan pendidikan anak usia dini tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan anak di tengah kualitas udara yang kurang bersahabat.
“Kehadiran saya selaku Bunda PAUD Kabupaten Seruyan di tengah-tengah bapak, ibu, dan anak-anak sekalian hari ini adalah untuk memastikan secara langsung bahwa proses pembelajaran pendidikan anak usia dini tetap berjalan dengan baik,” ujar Welduline.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan pembelajaran tidak berarti mengabaikan kondisi udara. Anak usia dini termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara sehingga aktivitas pembelajaran harus menyesuaikan kualitas udara.

Ketika kualitas udara memburuk, satuan PAUD diminta membatasi atau menghentikan sementara kegiatan di luar ruangan. Penyesuaian jam belajar hingga pembelajaran dari rumah dapat dilakukan sesuai petunjuk teknis Dinas Pendidikan dan arahan pemerintah daerah.
Bagi Welduline, kondisi tersebut justru menuntut guru lebih kreatif. Kegiatan belajar tidak harus selalu berlangsung di luar kelas. Anak tetap dapat bermain, berinteraksi, belajar, dan mengembangkan kemampuan dalam lingkungan yang lebih aman.
Perlindungan anak juga tidak berhenti di lingkungan sekolah. Orang tua diminta memastikan anak cukup minum, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus berada di luar ruangan.
“Bimbingan orang tua di rumah sangat menentukan kesehatan fisik dan ketenangan mental anak-anak kita,” katanya.
Di hadapan anak-anak, Welduline memilih menyampaikan pesan sederhana: jangan kehilangan semangat meski keadaan membatasi aktivitas.
“Kepada anak-anak Bunda tercinta, tetap semangat. Ingat untuk terus menjaga kesehatan,” ujarnya.
Kunjungan itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda Bunda PAUD. Di tengah udara yang tercemar asap, anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk tertawa, belajar, dan membangun mimpi tentang masa depan.
Kabut asap boleh membatasi langkah mereka hari ini. Tetapi perhatian guru, orang tua, dan pemerintah diharapkan memastikan mimpi anak-anak Seruyan tetap menyala.(Polin-IH)