KAI Rayakan HUT ke-81 dengan Heritage Ride, Stasiun Tanggung Jadi Penanda Sejarah

KAI Rayakan HUT ke-81 dengan Heritage Ride, Stasiun Tanggung Jadi Penanda Sejarah
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, meninjau stasiun Tanggung. Stasiun ini memiliki nilai sejarah awal perkeretaapian di Indonesia.(Foto : Karindra).

Semarang-Spektroom : Perjalanan menyusuri jalur bersejarah menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Melalui Heritage Ride, KAI mengajak media dan komunitas pecinta kereta api mengenal kembali sejumlah warisan sejarah, termasuk Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema Wonderful Journey, yang tidak hanya menggambarkan perjalanan menggunakan kereta api, tetapi juga mengangkat sejarah, heritage, kebudayaan dan kebangsaan Indonesia.

“Ini bagian dari perayaan ulang tahun KAI yang ke-81. Tema tahun ini Wonderful Journey, sehingga semua temanya adalah sejarah, heritage, kebudayaan dan kebangsaan Indonesia,” kata Bobby.

Stasiun Tanggung menjadi salah satu lokasi penting yang dikunjungi dalam perjalanan tersebut. Stasiun ini memiliki nilai sejarah karena mulai dioperasikan pada 1867 dan menjadi bagian dari perjalanan awal perkeretaapian di Indonesia.

“Stasiun Tanggung ini merupakan salah satu stasiun bersejarah, yang didirikan dan mulai dioperasikan pada 1867,” ungkap Bobby.

Selain mengenalkan sejarah, momentum HUT ke-81 juga dimanfaatkan KAI untuk melihat berbagai aspek yang masih perlu diperkuat. Bobby menegaskan keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan.

“Yang pertama adalah faktor keselamatan yang tidak bisa kita toleransi sama sekali,” tegasnya.

KAI terus mendorong peningkatan keselamatan melalui pemasangan palang pintu perlintasan serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menerobos ketika kereta akan melintas.

Dari sisi pelayanan, pembaruan sarana terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, baik pada layanan KRL maupun kereta api antarkota.

KAI juga mengembangkan layanan wisata yang menggabungkan perjalanan kereta dengan potensi pariwisata, keindahan alam dan keramahan lokal Indonesia.

“Kita baru saja meluncurkan kereta wisata sesuai arahan Presiden Prabowo, bagaimana mengawinkan pariwisata Indonesia, alam Indonesia yang indah dengan lokal dan hospitality Indonesia dalam satu kereta,” ujar Bobby.

Selain itu, KAI menyiapkan kereta wisata Jaka Lelana yang direncanakan beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Di luar layanan transportasi, KAI juga menjalankan program kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional. Di Jawa Tengah, salah satunya melalui bantuan sumur bor bagi masyarakat yang menghadapi persoalan air akibat kekeringan.

“Kita melihat di Jawa Tengah ini yang paling sulit adalah airnya, sehingga kita bantu masyarakat sekitar dengan sumur bor, dan alhamdulillah ini sangat membantu,” ungkap Bobby.

Heritage Ride juga menjadi ruang bagi generasi muda dan komunitas railfans untuk mengenal lebih dekat sejarah perkeretaapian.

Menurut Bobby, warisan tersebut tidak cukup hanya dipertahankan secara fisik, tetapi juga harus diwariskan melalui pengetahuan dan pengalaman kepada generasi berikutnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita merawat sejarah dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Berita terkait