Kalbar Masih Darurat Asap, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Karhutla

Kalbar Masih Darurat Asap, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Karhutla
Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Debi. (Foto: Tangkapan Layar BMKG Supadio Pontianak)

Pontianak-Spektroom : Kabut asap masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada Sabtu (26/9/2026), meski hujan dengan berbagai intensitas diprakirakan turun di beberapa daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memperingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bersamaan dengan potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Debi, mengatakan kondisi kabut asap masih berpeluang terjadi sejak pagi hingga siang hari di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

“Untuk pagi hingga siang hari, beberapa wilayah masih mengalami kekaburan udara akibat adanya kabut asap,” kata Debi.

Di saat yang sama, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Melawi.

Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu.

Memasuki siang hingga sore, asap diperkirakan masih bertahan di sejumlah daerah.

Hujan ringan berpotensi turun di Kota Pontianak serta sebagian wilayah Kapuas Hulu, Sintang, dan Melawi.

Adapun hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Sambas, Bengkayang, Singkawang, Mempawah, Kubu Raya, dan Landak.

Sementara hujan lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau.

Pada malam hingga dini hari, kondisi kabut asap juga masih diprakirakan terjadi. Hujan ringan berpotensi turun di Kayong Utara, Ketapang, dan Sekadau.

Sedangkan hujan sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

BMKG mencatat angin bergerak dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam.

Suhu udara diprakirakan berkisar 22 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 55 hingga 98 persen.

Selain cuaca, ancaman karhutla masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan pemantauan BMKG selama 24 jam terakhir, sebanyak 1.112 titik panas terdeteksi di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

“Untuk pantauan titik panas selama 24 jam terakhir di wilayah Kalimantan Barat terdeteksi adanya 1.112 titik panas,” ujar Debi.

Jumlah titik panas yang masih tinggi menunjukkan risiko kebakaran lahan dan hutan belum sepenuhnya mereda meskipun hujan mulai turun di sejumlah daerah.

BMKG juga memprakirakan beberapa wilayah Kalimantan Barat masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar untuk periode 25 September hingga 1 Oktober 2026.

Masyarakat, terutama yang berada di daerah terdampak asap, diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Di tengah ancaman asap dan tingginya jumlah titik panas, hujan yang diprakirakan turun dalam beberapa hari ke depan diharapkan dapat membantu menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas