Kalbar Masih Diselimuti Kabut Asap BMKG Deteksi 447 Titik Panas
Pontianak - Spektroom : Kabut asap masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) Senin (28/09/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mendeteksi ratusan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepekan ke depan.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB, sebagian besar wilayah Kalbar masih didominasi kekaburan udara akibat kabut asap. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun di sejumlah daerah.
Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Reny mengatakan pagi - siang hari hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Mempawah. Sementara hujan dengan intensitas sedang, diprakirakan turun di sebagian Kabupaten Kapuas Hulu.
“Dari pagi hingga siang kami prakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dominan terjadi kekaburan udara akibat kabut asap. Namun terdapat potensi hujan ringan di sebagian Sintang dan Mempawah serta hujan sedang di sebagian Kapuas Hulu,” ujar Reny.
Memasuki siang hingga sore hari, kabut asap diperkirakan masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalbar. Di saat yang sama, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian Kabupaten Melawi, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Malam hingga dini hari, peluang hujan ringan masih berlanjut di sebagian wilayah Sekadau, Sintang, dan Kapuas Hulu.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah yang mengalami pertumbuhan awan hujan.
Faktor meteorologis lain yang perlu diperhatikan adalah pergerakan angin yang secara umum bertiup dari arah timur hingga barat dengan kecepatan berkisar 10 - 35 kilometer per jam.
Suhu udara diprakirakan berada pada rentang 23 - 34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berkisar antara 50 -98 %.
Di tengah masih berlangsungnya musim kemarau dan ancaman karhutla, BMKG mencatat sebanyak 447 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas panas yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.
Tak hanya itu, indeks kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan untuk 1 minggu ke depan menunjukkan beberapa daerah di Kalbar masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla belum berakhir.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas di tengah cuaca yang masih kering di sejumlah wilayah Kalbar.