Kampung Galeri Pelangi RW 12 Pengasinan, Ikhtiar Warga Membangun Ekonomi, Literasi, dan Kebersamaan
Depok–Spektroom : Suasana berbeda terlihat di RW 12, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai lingkungan permukiman kini tampil lebih semarak dengan diresmikan nya Kampung Galeri Pelangi oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, Rabu (15/7/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kota Depok itu menjadi momen bersejarah karena merupakan kunjungan perdananya ke kawasan BSI 2 sejak menjabat sebagai wali kota.
Ratusan warga, kader PKK, tokoh masyarakat, hingga para camat dari berbagai wilayah di Kota Depok turut menyaksikan peluncuran program yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat tersebut.
Semangat gotong royong begitu terasa ketika warga menyam but tamu dengan berbagai hasil karya dan produk UMKM yang dipamerkan dalam bazar.
Ketua RW 12, Budi Marsafli, mengaku bangga wilayahnya dipercaya menjadi lokasi Kampung Galeri Pelangi.
Menurutnya, program ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga yang selama ini berupaya membangun lingkungan secara mandiri.
"Kami berharap keberadaan Kampung Galeri Pelangi dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap adanya penataan atau reklamasi di sekitar lokasi geronjong agar kawasan ini semakin tertata dan nyaman," ujarnya.
Budi menegaskan seluruh kegiatan bazar yang digelar merupakan hasil swadaya masyarakat tanpa adanya titipan maupun sponsor tertentu.
Ia juga menyampai kan bahwa bantuan dana sebesar Rp300 juta untuk RW dinilai sangat membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami berharap program bantuan untuk RW ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang karena manfaatnya benar-benar dirasakan warga," katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Depok, Hj. Siti Barkah Hasanah, menjelaskan Kampung Galeri Pelangi dibangun dengan empat pilar utama yang saling mendukung kehidupan masyarakat.
Pertama adalah Rumah Dilan, sebagai ruang aktivitas masyarakat.
Kedua, Kampung Mandiri, yang mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui berbagai kegiatan produktif.
Ketiga, penguatan pemberdayaan perempuan dan sumber daya keluarga.
Keempat, pengembangan literasi melalui taman bacaan masyarakat.
Ia mengapresiasi dukungan Dinas Perpustakaan Kota Depok yang menyerahkan sekitar 1.000 paket buku untuk melengkapi taman bacaan warga.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan buku-buku ini. Mudah-mudahan budaya membaca semakin tumbuh dan menjadi bekal meningkatkan pengetahuan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan RW 12 diharap kan menjadi contoh bagi wilayah lain. TP PKK Kota Depok pun berencana mengem bangkan Kampung Galeri Pelangi di 11 kecamatan dengan memilih lokasi-lokasi strategis yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelum meresmikan Kampung Galeri Pelangi, Wali Kota Depok Supian Suri mencairkan suasana dengan mengabsen satu per satu para camat yang hadir bersama istri mereka.
Mulai dari Camat Sawangan, Pancoran Mas, Cinere, Limo hingga Cimanggis mendapat sapaan langsung dari wali kota yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Supian kemudian mengundang Ketua RW 12 Budi Marsafli naik ke panggung untuk menceritakan perjalanan lahirnya Kampung Galeri Pelangi.
Dari penjelasan tersebut, wali kota melihat adanya semangat besar masyarakat untuk membangun lingkungan secara mandiri.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah harus dapat dipertang gungjawabkan kepada masyarakat maupun DPRD, termasuk kebijakan bantuan dana Rp300 juta untuk RW.
"Ada dua kemungkinan. Program ini benar-benar bagus dan bermanfaat atau sebaliknya. Yang ingin kita pastikan adalah implemen tasinya berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat karena anggaran ini berasal dari APBD yang harus dipertanggungjawabkan," kata Supian.
Ia menambahkan, keberlanjutan program akan sangat bergantung pada hasil yang dirasakan masyarakat.
"Kalau memang manfaatnya nyata dan masyarakat merasakan dampaknya, tentu program seperti ini layak untuk diteruskan. Tetapi kita juga harus memastikan anggaran negara tidak dihambur- hamburkan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Supian juga memaparkan sejumlah program pembangunan Pemerintah Kota Depok, khususnya di bidang pendidikan dan perlindungan sosial.
Ia menyebut pemerintah terus memperluas akses pendidikan, termasuk program PAUD gratis sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi generasi muda.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga telah mengalokasikan anggaran untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kader PKK, kader Posyandu, RT, RW, LPM, serta kelompok masyarakat rentan.
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga apabila terjadi musibah.
"Kita semua tentu berdoa agar tidak ada musibah. Tetapi kalau itu terjadi, BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan, baik untuk pendidikan anak maupun modal usaha sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ekonomi," ujarnya.
Menutup rangkaian acara, Wali Kota Depok secara resmi meluncurkan Gelora Mas (Gerobak Usaha Masyarakat) sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi warga.
Peluncuran ini menjadi simbol bahwa Kampung Galeri Pelangi tidak hanya menghadirkan wajah lingkungan yang lebih menarik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui penguatan UMKM, literasi, dan semangat gotong royong masyarakat.
Usai melounching Kampung Galeri Pelangi walikota lalu meninjau stand UMKM yang berada balai pertemuan RW 12. (wis)