Kapolda Kalteng Pastikan Paskah di Palangka Raya Aman dan Khidmat

Kapolda Kalteng Pastikan Paskah di Palangka Raya Aman dan Khidmat
Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan turun ke lapangan didampingi jajarannya. (Foto: Andre/istimewa)

Palangka Raya-Spektroom : Perayaan Paskah 2026 di Kota Palangka Raya mendapat perhatian langsung dari Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan. Ia turun ke lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, Minggu (05/04/2026).

Kehadiran langsung Kapolda Kalteng di sejumlah titik strategis, termasuk gereja dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2 dan Km 12. Di lokasi, aparat kepolisian terus bersiaga mengawal jalannya ibadah malam Paskah.

Peninjauan Kapolda didampingi jajaran pejabat utama Polda serta Kapolresta Palangka Raya, menjadi sinyal kuat bahwa pengamanan momen keagamaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi prioritas.


“Kami ingin memastikan seluruh umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, tenang, dan penuh khidmat,” ujar Kabid Humas Polda Kalteng, Budi Rachmat.

Pengamanan ini juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Sejumlah personel telah disebar di berbagai titik gereja untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Langkah ini diambil agar seluruh rangkaian perayaan umat Kristen bisa berlangsung kondusif tanpa hambatan.

Pengamanan perayaan keagamaan, khususnya Paskah, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat nilai toleransi di Bumi Tambun Bungai.
(Polin-Andre/RRI)

Berita terkait

Nidya Chandra: Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir Kejati Kalbar Harus Terang-Benderang

Nidya Chandra: Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir Kejati Kalbar Harus Terang-Benderang

Pontianak - Spektroom : Praktisi hukum Kalimantan Barat, Nidya Chandra, SH, menekankan pentingnya transparansi dan kepatutan dalam pembangunan gedung parkir di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat senilai sekitar Rp19,1 miliar. Nidya menilai persoalan tersebut tidak berhenti pada soal kebutuhan fasilitas maupun proses tender. Menurutnya, sumber pendanaan proyek yang berasal

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс