Karakter Pemimpin Masa Depan Harus Dibangun Sejak Dini Melalui Integritas dan Disiplin Yang Tinggi

Karakter Pemimpin Masa Depan Harus Dibangun Sejak Dini Melalui Integritas dan Disiplin Yang Tinggi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal memotivasi Siswa Taruna Nusantara (Foto Adpim Lampung).

Spektroom - (06.08) Siswa SMA Taruna Nusantara merupakan putra-putri terbaik Lampung yang berhasil menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah unggulan nasional yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menerima kunjungan 24 siswa SMA Taruna Nusantara asal Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung, Jumat (2/1/2026).

Gubernur Mirza menyebut para siswa sebagai kebanggaan daerah yang tengah dipersiapkan menjadi generasi emas sekaligus pemimpin terbaik Indonesia di masa depan.

"Kalian inilah yang disiapkan menjadi generasi emas dan calon pemimpin Republik Indonesia ke depan," ujar Mirza.

Menurutnya, siswa SMA Taruna Nusantara memiliki keunggulan tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

"Kalian memiliki kemampuan akademik yang baik, semangat juang tinggi, disiplin, dan yang terpenting rasa tanggung jawab," katanya.

Gubernur Mirza menekankan bahwa karakter pemimpin masa depan harus dibangun sejak dini melalui integritas, kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, serta semangat bela negara.

"Kalian harus berkarakter baik, berintegritas, paham teknologi, berpikir kritis, dan memiliki semangat bela negara," tegasnya.

Mirza juga mengingatkan agar para siswa tidak cepat berpuas diri, mengingat persaingan ke depan tidak hanya terjadi di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga internasional.

"Persaingan ke depan bukan hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga internasional dalam mewujudkan Indonesia Emas," ujarnya.

Gubernur Mirza berharap para siswa dapat menjadi generasi yang turut mendorong Provinsi Lampung berkontribusi dalam pembangunan nasional.

"Kalian adalah kebanggaan orang tua dan kebanggaan Provinsi Lampung," katanya.

Menutup arahannya, Gubernur Mirza berpesan agar para siswa senantiasa menjaga akhlak, sikap, etika, serta nama baik Provinsi Lampung di mana pun berada.

"Jaga nama baik Lampung dan buat Lampung bangga, karena kalian memilih jalan ini untuk tujuan membangun Provinsi Lampung," pungkasnya.(@Ng)

Berita terkait

Sekjen Kemenag Rencana Resmikan Sejumlah Madrasah Anggaran SBSN di Morotai

Sekjen Kemenag Rencana Resmikan Sejumlah Madrasah Anggaran SBSN di Morotai

Spektroom - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai H. Abdurrachman Assegaf meninjau progres pembangunan gedung yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di sejumlah Madrasah, Selasa (20/1/2026). Peninjauan ini dilakukan menjelang rencana peresmian gedung yang akan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Gratis, Tanpa Pulsa, Tanpa SIM  Permudah Warga Ambon Saat Darurat

Gratis, Tanpa Pulsa, Tanpa SIM Permudah Warga Ambon Saat Darurat

Spektroom — Pemerintah Kota Ambon menghadirkan terobosan layanan publik dengan mengandalkan Call Center 112 untuk mempermudah warga mengakses bantuan, khususnya dalam kondisi darurat. Melalui aplikasi ini masyarakat dapat menyampaikan laporan dan permintaan bantuan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Sistem ini dirancang untuk memangkas waktu respons dan mempercepat pengambilan keputusan. Langkah

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Tingkatkan Kesiapsiagaan Lapas Perempuan Ternate Gelar Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat

Tingkatkan Kesiapsiagaan Lapas Perempuan Ternate Gelar Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat

Spektroom - Dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap warga binaan, Lapas Perempuan Kelas III Ternate bekerjasama dengan BASARNAS Ternate melaksanakan kegiatan pelatihan dan simulasi tanggapan darurat. Kegiatan yang berlangsung Rabu (21/1/2026) di Lapas Perempuan Kelas III Ternate diikuti tidak saja warga binaan tetapi juga para pegawai Lapas dengan narasumber

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru