Kartini di Tanah Banyumas: Kebaya, Senyum, dan Semangat yang Tak Lekang Waktu

Kartini di Tanah Banyumas: Kebaya, Senyum, dan Semangat yang Tak Lekang Waktu
Dengan berkebaya modifikasi para manula melakukan gerak tubuh leluasa mengikuti irama musik.(Foto: Bian Pamungkas).

Purwokerto-Spektroom: Selasa pagi (21/4/2026), di Purwokerto terasa berbeda. Di tengah hiruk pikuk aktivitas kota, warna-warna lembut kebaya dan kain tradisional Banyumasan mendominasi pemandangan.

Bukan sekadar busana, ada makna yang mengalir dalam setiap lipatan kain—tentang penghormatan, identitas, dan semangat perempuan yang terus hidup sejak masa Raden Ajeng Kartini.

Perempuan Indonesia hari ini, memperingati Hari Kartini, mengusung tema besar “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema ini bukan sekadar slogan. Ia hadir dalam wujud nyata—dari ruang perkantoran hingga ruang publik—melalui cara sederhana namun sarat makna: berkebaya.

Di sejumlah perkantoran di Purwokerto, para karyawati tampil anggun dalam balutan kebaya. Suasana kerja yang biasanya formal mendadak terasa lebih hangat dan berwarna. Senyum-senyum ramah mengiringi langkah mereka, seolah menegaskan bahwa kelembutan dan profesionalisme bisa berjalan beriringan.

Di RS Geriatri misalnya, pemandangan itu terasa lebih menyentuh. Para petugas perempuan yang mengenakan kebaya menyambut pasien dengan penuh keramahan. Sentuhan budaya berpadu dengan pelayanan kesehatan, menciptakan suasana yang menenangkan.

Bagi pasien, kehadiran para “Kartini masa kini” ini bukan hanya memberi layanan medis, tetapi juga rasa diayomi.

Sementara itu, semangat Kartini juga bergema di ruang terbuka. Di GOR Satria, kelompok senam Tera yang didominasi para lansia bergerak luwes mengikuti irama. Menariknya, mereka tetap mengenakan kebaya.

Gerakan senam yang dinamis berpadu dengan busana tradisional menciptakan harmoni antara kesehatan dan budaya. Saryono, penasehat senam Tera Purwokerto, memaknai peringatan ini secara sederhana namun dalam.

Baginya, Hari Kartini bukan soal seremoni semata, melainkan bagaimana menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran tetap bahagia.

“Yang penting kita bergerak, sehat, dan tetap semangat,” ujarnya.

Senam land dance dengan kebaya ternyata tidak ribet yang di selingi dengan peragaan busana.(Foto: Bian Pamungkas).

Di Alun-alun Purwokerto, suasana tak kalah meriah. Komunitas senam Happy Land dance menggelar kegiatan land dance yang diikuti para perempuan dengan balutan kebaya dan kain khas Banyumas.

Gelak tawa dan semangat kebersamaan begitu terasa. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan peragaan busana, menampilkan ragam kain tradisional daerah. Ayu Lope, instruktur komunitas tersebut, menyebut kegiatan ini sebagai cara sederhana merayakan Kartini.

“Kami ingin perempuan tetap sehat, ceria, dan percaya diri. Berkebaya hari ini juga sekaligus memperkenalkan kain Banyumas agar semakin dikenal,” katanya.

Dari rumah sakit hingga alun-alun, dari generasi muda hingga lansia, semangat Kartini hadir dalam berbagai bentuk. Tidak lagi sekadar wacana emansipasi, tetapi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari—melalui kerja, kesehatan, kebersamaan, dan pelestarian budaya.

Di Purwokerto, Hari Kartini bukan hanya dikenang namun dirayakan dengan gerak, senyum, dan kebaya—simbol bahwa perempuan Indonesia terus melangkah maju tanpa melupakan akar budayanya.

Berita terkait

United Tractors dan Universitas Muhammadiyah Palembang Perluas Program Magang Inklusif

United Tractors dan Universitas Muhammadiyah Palembang Perluas Program Magang Inklusif

Palembang - Spektroom : PT United Tractors Tbk (UT) bersama Universitas Muhammadiyah Palembang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Program Harmoni dalam Keberagaman (HARMONIKA). Penandatanganan berlangsung di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7, Universitas Muhammadiyah Palembang, Kolaborasi ini menjadi langkah nyata menghadirkan program magang yang inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Melalui pengalaman

Afrizal Aziz
Kado HUT Provinsi Riau ke-69, Plt Gubri Ajak Warga Mamfaatkan Pemutihan Pajak Kenderaan

Kado HUT Provinsi Riau ke-69, Plt Gubri Ajak Warga Mamfaatkan Pemutihan Pajak Kenderaan

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi memberikan kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau melalui program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlangsung selama 1-31 Agustus 2026. Program tersebut memberikan keringanan bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan dengan menghapus denda dan tunggakan pokok pajak tahun-tahun sebelumnya. Pelaksana Tugas

Salman Nurmin, Rafles
ссс