KBRI Beijing Goes to Chengdu: Perkuat Silaturahmi, Dekatkan Layanan bagi WNI di Barat Daya Tiongkok
Jakarta - Spektroom : Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang akan membawahi wilayah kerja Provinsi Sichuan, Yunnan, Shaanxi, Gansu, serta Kota Chongqing.
Rencana tersebut disambut meriah oleh para WNI yang hadir dalam kegiatan "KBRI Beijing Goes to Chengdu", mengingat selama ini mereka harus menempuh perjalanan lebih dari 1.800 kilometer ke Beijing untuk memperoleh layanan konsuler.
"Kehadiran perwakilan Indonesia di negara Tiongkok setelah Presiden Prabowo Subianto pada Maret 2026 menandatangani Peraturan Presiden tentang pendirian Konsulat Jenderal Republik Indonesia baru yang akan berkedudukan di kota Chengdu,” ujar Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, di Chengdu, dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI dikutip Selasa (21/4/2026)
Selain menyampaikan perkembangan hubungan bilateral Indonesia - Tiongkok, Djauhari juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan setempat. Ia turut mengimbau para WNI untuk melakukan lapor diri melalui kanal yang kini semakin mudah diakses.
“Jangan lupa lapor diri ya, sekarang bisa dilakukan online, kapan saja dan dari mana saja,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan keguyuban antarwarga Indonesia di perantauan.
Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, menekankan tahapan penting bagi lulusan perguruan tinggi di Tiongkok.
"Sebelum kembali ke Indonesia secara permanen, pastikan proses verifikasi ijazah sudah dilakukan melalui China Higher Education Student Information (CHSI). Ini penting agar ijazah dapat diakui dan dimanfaatkan secara optimal di Indonesia,” jelasnya.
"KBRI Beijing Goes to Chengdu" semakin semarak dengan penampilan seni budaya dari mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Chengdu.
Nuansa Indonesia terasa kental sepanjang malam akhir pekan 18 April 2026, terlebih ketika Dubes Djauhari mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Indonesia Pusaka” setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan.
Kebersamaan mencapai puncaknya saat para peserta turut berjoget bersama mengikuti alunan musik daerah “Tabola Bale”, menciptakan suasana penuh keakraban dan melepas rindu akan Tanah Air.