Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Lebih Baik Lagi di Usia 81 Tahun Republik Indonesia

Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Lebih Baik Lagi di Usia 81 Tahun Republik Indonesia
Ibnu Sina dan istri.(Foto tangkapan layar profil)

Banjarmasin-Spektroom : H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si. selaku Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan pada Kelompok Kerja (Pokja) III Bidang Administrasi Umum, berharap kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara kita di usia ke 81 tahun ini lebih baik, karena menjelang 100 tahun kemerdekaan.

Selain itu, menurut Ibnu Sina, bonus demografi adalah momentum yang tidak seharusnya dilewatkan begitu saja. Justru ini adalah momentum untuk kebangkitan bangsa Indonesia dan kita mencontoh negara-negara yang sukses dengan bonus demografi.

Ibnu Sina Wali Kota Banjarmasin periode 2016–2025 merasakan saat ini kondisi berbangsa dan bernegara kita juga sangat dipengaruhi oleh geo politik dan geo strategis kawasan Asia Tenggara dan juga secara Internasional. Sehingga kebijakan Presiden harus mengantisipasi segala sesuatu, sehingga jangan sampai negara Indonesia tertinggal dalam peran-peran Internasional.

"Pada saat yang sama kita juga harus memperkuat ketahanan internal kita, baik ketahanan pangan ataupun juga ketahanan militer kita. Itu yang menjadi tantangan kita kedepan karena Bangsa besar seperti Indonesia harus punya peran sebagai negara non blok, negara yang mempunyai peran yang luar biasa untuk mempengaruhi kondisi perdamaian dan kondisi geo politik dan strategis kawasan," kata Ibnu Sina.

Sehingga, tegas Ibnu Sina, Indonesia dengan pusat misalnya IKN di Pulau Kalimantan itu merubah geo politik dan geo strategis. Ini satu sisi menjadi Mitra bagi tiga negara di Pulau Kalimantan, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Tapi pada saat yang sama, masa depan Indonesia ada di Pulau Kalimantan. Dan SDM orang Kalimantan harus diberikan prioritas untuk bisa menempati posisi-posisi, agar jangan sampai tersingkirkan dari peran-peran politik dan juga peran-peran di Pemerintahan.

"Untuk Generasi Muda, ayo penuhi kompetensi untuk menjadi Bangsa Besar. Penuhi kompetensi syarat-syarat untuk menjadi pemimpin dan di pundak kalianlah para Pemuda masa depan Bangsa Indonesia ini dititipkan. Mau maju atau mundur itu tergantung dari Generasi Mudanya," Ibnu Sina menegaskan lagi.

Selamat HUT RI ke 81. Semoga di tahun ini kita bisa lebih introspeksi diri lagi. Agar Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti