Kejar Kota Sehat 2027, Ternate Mulai Bedah Pasar dan Terminal
Ternate-Spektroom : Predikat Kota Sehat tak cukup dipertahankan dengan dokumen. Kondisi fasilitas publik juga harus dibuktikan di lapangan. Karena itu, Forum Kota Sehat Kota Ternate mulai menyisir sejumlah titik yang menjadi indikator penilaian Kota Sehat 2027.
Pasar Tradisional Bahari Berkesan, Pasar Bastiong, hingga Terminal Gamalama Ternate menjadi sasaran monitoring Forum Kota Sehat, Selasa (22/9/2026).
Tim memeriksa sejumlah indikator penting, mulai dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas MCK, kualitas air melalui pengambilan sampel, ruang laktasi, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Monitoring ini sekaligus menjadi alarm agar pemerintah dan pengelola fasilitas publik tidak menunggu menjelang penilaian. Berbagai kekurangan harus ditemukan dan dibenahi sejak sekarang.
Ternate sebelumnya telah meraih predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda. Predikat tersebut menjadi modal sekaligus tantangan untuk memastikan berbagai indikator kesehatan lingkungan dan pelayanan publik tetap berjalan.
Anggota Tim Forum Kota Sehat Kota Ternate, Amrul Daga, mengatakan monitoring dilakukan untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan indikator yang akan menjadi bahan penilaian.
“Kami melakukan kegiatan ini untuk melihat langsung indikator yang menjadi penilaian, sehingga akan dibahas dan disampaikan pada rapat evaluasi Forum Kota Sehat Kota Ternate,” ujar Amrul kepada Spektroom di sela-sela monitoring.
Menurut Amrul, kondisi pasar dan terminal saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun, perubahan tersebut belum berarti seluruh persoalan selesai.
“Memang jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu saat persiapan penilaian Kota Sehat, kini ada perubahan, tetapi ada juga yang harus dibenahi, baik di pasar dan terminal,” katanya.
Karena penilaian baru akan berlangsung pada 2027, Forum Kota Sehat memilih melakukan persiapan lebih awal. Data pendukung maupun kondisi fisik di lapangan harus dipastikan tersedia sebelum proses verifikasi dilakukan.
“Pada tahun 2027 nanti akan dilakukan penilaian Kota Sehat dengan indikator yang sudah ditetapkan. Dari sekarang kita sudah melakukan persiapan agar dapat menyiapkan data dan indikator pendukung untuk penilaian,” ujar Amrul.
Dalam monitoring tersebut, tim juga menyampaikan indikator yang perlu dipersiapkan kepada Kabid Pengawas Perdagangan Disperindag Kota Ternate Ahmad A. Saka dan Kepala UPTD Pasar Haris.
Tim yang terdiri dari Amrul Daga, Aida Fitria, Nur Ariana, Djefri dan Andi, bersama mahasiswa PKL Poltekkes Kemenkes Ternate serta Ketua Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Ternate Tengah Nanang M. Adrany, kemudian melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pasar dan terminal.
Amrul menegaskan, persiapan tidak boleh dilakukan secara mendadak. Seluruh indikator yang ditetapkan harus mulai dipenuhi sejak dini agar ketika verifikasi pusat berlangsung, pemerintah daerah telah memiliki kesiapan dari sisi administrasi maupun kondisi fisik.
“Semua indikator yang menjadi penilaian dalam Kota Sehat sudah harus dipersiapkan sejak dini, sehingga pada saat penilaian nanti sudah siap,” tegasnya.
Forum Kota Sehat berharap monitoring tersebut menghasilkan data yang konkret mengenai fasilitas yang sudah memenuhi indikator maupun bagian yang masih membutuhkan pembenahan.
Targetnya jelas: ketika verifikasi pusat Kota Sehat 2027 tiba, Ternate tidak lagi sibuk mencari kekurangan, tetapi sudah menunjukkan kesiapan di lapangan.