Kembali dari Papua, Prajurit Yonif 643/Wanara Sakti Disambut Bangga Pangdam XII/Tanjungpura
Kubu Raya-Spektroom : Setelah menjalani penugasan panjang di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG), ratusan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 643/Wanara Sakti akhirnya kembali ke pangkalan.
Kepulangan mereka bukan sekadar mengakhiri masa penugasan, tetapi juga menjadi momen kebanggaan setelah berhasil menuntaskan amanah negara di wilayah perbatasan yang penuh tantangan.
Suasana haru dan kebanggaan mewarnai Upacara Penyambutan Purna Tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Statis Yonif 643/Wanara Sakti periode 2025–2026 di Lapangan Tidayu, Markas Kodam XII/Tanjungpura, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (31/10/2026).

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin langsung upacara penyambutan tersebut.
Kehadiran para prajurit di satuan induk menjadi penanda berakhirnya tugas pengamanan perbatasan yang dipimpin Komandan Yonif 643/Wanara Sakti, Letkol Inf Adhi Sumarno.
Di balik kepulangan itu, tersimpan perjalanan pengabdian yang tidak ringan.
Menjaga wilayah perbatasan negara menuntut kesiapsiagaan, disiplin, loyalitas, serta kemampuan prajurit menghadapi berbagai kondisi medan dan dinamika keamanan.
Atas keberhasilan tersebut, Pangdam XII/Tanjungpura menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Yonif 643/Wanara Sakti.
Ia menilai dedikasi dan tanggung jawab yang ditunjukkan para prajurit merupakan wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Selaku Pangdam XII/Tpr dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Danyon beserta seluruh prajurit Yonif 643/Wanara Sakti atas pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dengan baik," ungkapnya.
Namun, kepulangan ke markas bukan berarti seluruh tanggung jawab telah selesai.
Pangdam mengingatkan bahwa setiap prajurit harus segera melakukan konsolidasi, memeriksa kelengkapan personel dan materiil, serta kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan satuan dan keluarga.
Pengalaman selama bertugas di Papua juga diharapkan menjadi bekal berharga untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan kesiapan menghadapi penugasan berikutnya.
Pangdam turut mengingatkan agar pengaturan cuti purna tugas dilakukan dengan memperhatikan faktor keamanan.
Seluruh prajurit diminta tetap menjaga disiplin, menghindari pelanggaran, serta mempertahankan nama baik satuan maupun pribadi.
"Segera menyesuaikan kembali dengan suasana satuan untuk pelaksanaan tugas ke depan," tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Kepulangan Yonif 643/Wanara Sakti ke Markas Anjungan kebupaten Mempawah Kalimantan Barat menjadi pengingat bahwa pengabdian prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan misi, tetapi juga dari kesiapan untuk kembali mengemban tugas berikutnya demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.
(Pendam XII/Tpr)