Kementerian PU Kebut Perbaikan 3 Sungai di Kota Palu Untuk Ketahanan Banjir Dan Tsunami

Kementerian PU Kebut Perbaikan 3 Sungai di Kota Palu Untuk Ketahanan Banjir Dan Tsunami

SPEKTROOM.ID– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus meningkatkan kinerja infrastruktur pengendali banjir guna mereduksi potensi risiko banjir dan tsunami. Salah satunya adalah dengan melakukan penanganan pada tiga sungai di Kota Palu.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana banjir melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.



Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tahun 2018 mengakibatkan kerusakan parah pada bagian hilir Sungai Palu yang merupakan sungai primer Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu-Lariang.

Selain itu, endapan sedimen menumpuk di gorong-gorong bawah landasan pacu bandara yang dilalui Sungai Kawatuna serta di sepanjang aliran Sungai Ngia yang terhubung dengan saluran irigasi sehingga membahayakan fungsi infrastruktur bandara dan saluran irigasi. Akumulasi sedimen di badan-badan sungai ini kemudian menjadi salah satu penyebab banjir bandang pada tahun 2019 lalu.

Hal itulah, menurut Kepala BWS Sulawesi III Palu Dedi Yudha Lesmana, yang melandasi penanganan terhadap 3 sungai sejak Agustus 2022. Saat ini progresnya sudah 81,14% dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.

Ruang lingkup pekerjaan pada Sungai Palu mencakup pembangunan tanggul sungai sepanjang 376 meter di sisi kiri dan 368 meter di sisi kanan, tanggul pantai sepanjang 457 meter di sisi kiri dan 385 meter di sisi kanan, dan pengerukan sedimen sungai sepanjang 800 meter.

Sementara, untuk penanganan di Sungai Kawatuna dilakukan pembangunan konsolidasi Dam 2 unit dengan panjang masing-masing 40,5 meter dan tinggi 6 meter, 6 unit groundsill sepanjang 17,7 meter dan pengaman erosi tebing sungai (revetment). Adapun pada Sungai Ngia dibangun 3 unit konsolidasi dengan panjang 25,5 meter untuk 1 unit dan 21 meter untuk 2 unit serta groundsill untuk memperkecil kemiringan arus sungai.

“Penanganan tiga sungai ini diharapkan dapat melindungi masyarakat Palu dari bahaya banjir dan tsunami hingga seluas 133,7 ha,” ujar Dedi.

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas
ссс