Keterampilan Jadi Modal Masa Depan, Palangka Raya Siapkan 133 Peserta Hadapi Dunia Kerja

Keterampilan Jadi Modal Masa Depan, Palangka Raya Siapkan 133 Peserta Hadapi Dunia Kerja
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan sambutan PVN di Aula Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya. (Foto: dok MC PRaya)

Palangka Raya-Spektroom: Keterampilan menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Karena itu, 133 warga Palangka Raya mendapat kesempatan memperkuat kompetensi melalui Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026.

Pelatihan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, di Aula Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Rabu (30/9/2026).

Achmad Zaini mengatakan, pelatihan vokasi tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter kerja yang profesional agar peserta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja.

“Jadikan pelatihan ini sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membangun karakter kerja yang profesional sehingga mampu bersaing, beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja, maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri,” ujar Achmad Zaini.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri sebelum masuk ke dunia kerja.

Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut Zaini, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Pelatihan vokasi diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala sehingga ketersediaan tenaga kerja terampil dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Zaini juga meminta peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Penyelenggara dan instruktur diharapkan menjaga kualitas proses pembelajaran agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.

“Semoga kegiatan ini dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pelatihan berlangsung mulai 30 September hingga 31 Oktober 2026. Sebanyak 133 peserta dari masyarakat umum yang telah lolos seleksi mengikuti pelatihan dalam 10 bidang kejuruan.

Bagi peserta, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk mengubah keterampilan menjadi modal menghadapi masa depan—baik untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka peluang usaha secara mandiri. (Polin-Gusti/ndk)

Berita terkait

Penurunan Prevalensi Stunting Masih Menjadi  Prioritas Pembangunan Dalam RPJMN dan RPJMD 2025–2029

Penurunan Prevalensi Stunting Masih Menjadi  Prioritas Pembangunan Dalam RPJMN dan RPJMD 2025–2029

Bandarlampung - Spektroom: Penguatan konvergensi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung, sangat diperlukan, penanganan stunting, harus dilakukan berbasis data, tepat sasaran, serta melibatkan lintas sektor secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela pada Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di

Anggoro AP