Medali di Tangan, Tantangan Baru Menanti Abiya di OMI Provinsi
Palangka Raya-Spektroom : Medali Juara 2 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Palangka Raya kini berada di tangan Abiya Chairunnisa. Namun, bagi murid kelas VB MIN 3 Kota Palangka Raya itu, medali tersebut bukan alasan untuk berhenti.
Justru sebaliknya, prestasi di bidang Matematika terintegrasi itu menjadi bekal untuk menghadapi tantangan yang lebih tinggi pada OMI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, 5 Oktober 2026 mendatang.
Abiya menerima medali dan hadiah dalam kegiatan penyerahan Medali OMI sekaligus pembukaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) yang diikuti secara daring oleh GTK MIN 3 Kota Palangka Raya, Rabu (30/9/2026).
Didampingi Wakamad Kesiswaan Mustika Triani dan guru pendamping OMI, Mastika Murni, Abiya kini kembali berkutat dengan latihan dan soal-soal OMI. Persiapan dilakukan bukan hanya untuk menambah kemampuan, tetapi juga membangun ketenangan dan kepercayaan diri sebelum menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Saya berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan lebih banyak belajar, berlatih soal-soal OMI dan mengikuti arahan guru. Saya juga berusaha tetap tenang, menjaga kesehatan, serta memohon doa dan dukungan dari orang tua dan guru agar bisa tampil maksimal,” ujar Abiya.
Bagi guru pendamping, perjalanan Abiya juga bukan sekadar mengejar hasil perlombaan. Proses latihan menjadi bagian penting untuk membentuk keberanian menghadapi tantangan dan belajar dari setiap pengalaman.
Kepala MIN 3 Kota Palangka Raya Maisarah bersama Mastika Murni terus memberikan pendampingan melalui latihan, pembahasan soal dan evaluasi secara bertahap. Kemampuan akademik berjalan beriringan dengan persiapan mental dan kepercayaan diri.
“Kami terus mendampingi Abiya melalui latihan, pembahasan soal dan evaluasi secara bertahap. Selain kemampuan akademik, kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mental dan kepercayaan diri. Semoga dengan ikhtiar dan doa bersama, Abiya dapat mengikuti OMI tingkat provinsi dengan tenang dan memberikan kemampuan terbaiknya,” tutur Mastika.
Perjalanan Abiya menunjukkan bahwa sebuah prestasi tidak selalu menjadi akhir dari perjuangan. Medali yang diterimanya hari ini justru menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan membawa tantangan baru.
Kini Abiya bersiap melangkah ke tingkat provinsi. Apa pun hasilnya nanti, pengalaman tersebut akan menjadi bagian dari prosesnya untuk terus belajar, berani menghadapi tantangan dan mengembangkan kemampuan. (Polin-Malikul R)