Trending

Ketika Demokrasi Dibicarakan di Desa

Ketika Demokrasi Dibicarakan di  Desa
Para mahasiswa Program Magister Ilmu Sosial dan Politik (MISP) FISIP Universitas Tanjungpura diabadikan bersama masyarakat desa Sentebang Sambas. (Foto: Dok MISP Fisip Untan)

Spektroom - Di salah satu desa pesisir di Kabupaten Sambas, demokrasi tak dibahas dengan jargon rumit atau pidato berjarak.

Di Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, politik justru hadir lewat dialog sederhana, duduk melingkar, dan saling mendengar.

Dari ruang itulah, mahasiswa Program Magister Ilmu Sosial dan Politik (MISP) FISIP Universitas Tanjungpura mencoba menanamkan benih demokrasi yang lebih dewasa dan damai.

Selama tiga hari 6 s/d 8 Februari 2026, Desa Sentebang menjadi ruang belajar bersama antara kampus dan warga.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema penguatan literasi politik, mahasiswa magister FISIP Untan turun langsung ke akar rumput membawa gagasan, sekaligus membuka telinga terhadap suara masyarakat desa.

Bagi mereka, politik bukan semata urusan bilik suara atau baliho kampanye.

Politik adalah cara hidup bersama, bagaimana perbedaan dikelola tanpa saling melukai, dan bagaimana pilihan tidak menjelma perpecahan. Itulah pesan utama yang dibawa dalam setiap sesi diskusi.

Ketua Kelompok 1 PKM, Gusti Muhammad Ghazali, menilai keterlibatan langsung di desa menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa magister.

Ia menegaskan, intelektual tidak boleh hanya kuat dalam teori, tetapi juga peka terhadap realitas sosial.

“Mahasiswa magister harus hadir di tengah masyarakat. Di sinilah kami belajar bahwa demokrasi tidak selalu lahir dari panggung besar, tapi dari percakapan kecil yang jujur dan saling menghargai,” ujar Ghazali, Jumat (6/2/2026).

Diskusi yang berlangsung pun jauh dari kesan formal. Warga desa bebas menyampaikan pengalaman, keresahan, hingga harapan mereka tentang dinamika politik lokal.

Isu perbedaan pilihan, relasi sosial pascapemilu, hingga etika dalam berpolitik menjadi topik yang dibicarakan terbuka.

Kepala Desa Sentebang, H. Damiri, menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi politik yang membumi sangat dibutuhkan masyarakat desa di tengah arus informasi yang kian deras dan sering kali menyesatkan.

“Masyarakat perlu dibekali pemahaman politik yang sehat, kritis, tapi tetap menjaga persatuan. Kegiatan seperti ini membantu warga melihat politik secara lebih tenang dan dewasa,” kata Damiri.

Kegiatan PKM secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Untan, Dr. Elyta.

Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan pilar penting perguruan tinggi, terutama dalam memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

Puncak kegiatan diisi pemaparan literasi politik oleh Dr. Syarifah Ema Rahmaniah.

Dengan pendekatan dialogis, ia mengajak warga memandang politik sebagai ruang bersama yang harus dijaga, bukan arena pertarungan yang memecah belah.

Di Desa Sentebang, demokrasi mungkin tidak dibicarakan di ruang megah. Namun dari desa kecil inilah, praktik demokrasi yang lebih manusiawi perlahan tumbuh-dirawat lewat dialog, kesadaran, dan kebersamaan.

Berita terkait

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Kemandirian Energi Nasional

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Kemandirian Energi Nasional

Jakarta - Spektroom  : Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung ketercapaian kemandirian serta swasembada energi nasional yang menjadi salah satu target pemerintahan di Era Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini diwujudkan melalui pemberdayaan badan usaha koperasi, khususnya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), agar mampu

Nurana Diah Dhayanti