Ketika Titik Api Sulit Dijangkau, Alkon Mini Jadi Senjata Baru Penjaga Hutan Landak
Landak - Spektroom : Kabut asap masih sesekali menggantung di langit Kabupaten Landak. Di beberapa wilayah, kualitas udara bahkan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang datang hampir setiap musim kemarau, secercah harapan hadir dalam bentuk yang sederhana: pompa air berukuran kecil yang mudah dibawa ke medan sulit.
Sebanyak 50 unit pompa air Alkon mini diserahkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sanggau melalui program BRI Peduli kepada Kodim 1210/Landak, Senin (28/09/2026).
Bantuan tersebut diterima dalam sebuah kegiatan di Koramil 1210-06/Ngabang dan disaksikan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, hingga Manggala Agni.
Bagi sebagian orang, alat itu mungkin hanya mesin pompa air biasa. Namun bagi para petugas yang selama ini berjibaku memadamkan api di lahan gambut dan kawasan terpencil, Alkon mini memiliki arti lebih besar.
Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo mengatakan pengalaman menghadapi Karhutla menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menjangkau lokasi kebakaran yang sering berada jauh dari akses jalan.
Titik api kerap muncul berpindah-pindah, sementara sumber air tidak selalu tersedia di dekat lokasi. Kondisi itu membuat petugas harus bekerja ekstra dengan peralatan yang terbatas.
"Alkon ini bentuknya kecil, praktis, dan mudah dimobilisasi. Sangat membantu untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui kendaraan," ujarnya.
Menurut Doni, seluruh bantuan tersebut akan diinventarisasi oleh Kodim sebelum didistribusikan ke Koramil jajaran. Meski menjadi aset satuan, penggunaannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan penanggulangan bencana melalui koordinasi lintas instansi.
Bupati Landak yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Benediktus menilai bantuan tersebut menjadi simbol penting dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Di tengah ancaman Karhutla yang terus berulang, ia menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari aparat, dunia usaha, hingga masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Sanggau Tri Adhitanu Widjaya mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat Kalimantan Barat.
Ia berharap peralatan itu tidak hanya berguna saat musim kebakaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan penanggulangan bencana lainnya. Di Landak, perang melawan api belum benar-benar usai.
Namun hadirnya 50 Alkon mini setidaknya menambah amunisi bagi mereka yang berada di garis depan, menjaga hutan, lahan, dan permukiman warga dari ancaman kebakaran yang setiap tahun datang bersama musim kemarau.