Trending

Ketimun Tembus Rp25 Ribu, Berkah Petani, Jeritan Pedagang di Balik Program MBG

Ketimun Tembus Rp25 Ribu, Berkah Petani, Jeritan Pedagang di Balik Program MBG
Ketimun biasa murah dan melimpah harganya melonjak berkali kali lipat ( Foto: Spektroom )

Jakarta - Spektroom : Selepas subuh, deru motor Meli memecah keheningan Jalan Kalimalang. Wanita pedagang sayur keliling ini memacu kendaraannya menuju Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Terkadang, jika hari terlalu larut, Pasar Bulak di Klender menjadi pilihan alternatifnya berburu barang dagangan.

Rutinitas ini sudah dilakoninya bertahun-tahun. Namun pagi itu, Meli tertegun di depan lapak langganannya. Harga mentimun sayuran yang biasanya murah dan melimpah mendadak melonjak berkali-kali lipat hingga menyentuh angka Rp25.000 per kilogram.

"Tiap tahun juga ada kemarau, tapi tidak pernah sampai Rp25 ribu. Paling mentok Rp15 ribu. Lah, kok sekarang mahal banget?" keluh Meli dengan wajah gusar, Rabu (15/7/2026).

Keresahan Meli bukan tanpa alasan. Tak hanya timun, komoditas lain seperti buncis, cabai rawit, hingga bawang putih pun ikut merangkak naik. Usut punya usut, "biang kerok" di balik meroketnya harga sayur-mayur ini adalah masifnya aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali aktif di Jakarta.

Harga cabai rawit dan bawang putih ikut merangkak naik ( Foto : Spektroom )

Dapur Umum yang Mengepul, Pasar yang Keteteran

Hadirnya program MBG dalam skala besar otomatis mengubah peta permintaan pangan di ibu kota. Dapur-dapur umum program ini menyerap pasokan sayur harian dalam porsi raksasa. Akibatnya, hukum ekonomi klasik pun terjadi: permintaan melonjak drastis, pasokan menipis, dan harga langsung melesat.

"Ya di Pasar Induk sayuran sebenarnya banyak, tapi katanya sudah diborong semua buat kebutuhan MBG," ucap Meli pasrah.

Relawan SPPG mendistribusikan MBG ke sekolah SD ( Foto : Spektroom )

Dampak domino ini menjalar langsung ke para pelaku usaha mikro. Rina, seorang penjual gado-gado dan karedok di kawasan Jakarta Timur, kini harus memutar otak lebih keras. Sayuran hijau dan mentimun yang menjadi nyawa dari hidangan buatannya kini menjadi barang langka yang mahal.

"Sayuran mahal, timun susah dicari karena semua tersedot buat MBG. Akhirnya modal dagang saya membengkak, padahal mau naikkan harga jualan ke pembeli juga tidak tega," curhat Rina.

Dua Sisi Mata Uang: Jeritan Kota, Senyuman Desa

Meski di sudut-sudut pasar tradisional Jakarta dipenuhi keluhan, cerita sebaliknya justru bergaung di wilayah hulu. Bagi para petani di daerah penghasil, program MBG adalah berkah yang sudah lama dinanti.

Selama ini, petani kerap menjadi korban permainan harga tengkulak atau menderita kerugian saat panen raya akibat harga yang anjlok. Kini, dengan adanya serapan pasar yang masif dan konsisten dari program MBG, roda ekonomi di sektor pertanian berputar kencang.

Hasil panen mereka langsung ludes terjual dengan harga yang jauh lebih stabil dan menguntungkan. Bagi petani, ini adalah momentum emas untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tantangan Menata Rantai Pasok

Fenomena "Timun Rp25 Ribu" ini menjadi bukti nyata bahwa program Makan Bergizi Gratis memiliki daya penggerak ekonomi yang luar biasa. Namun, di sisi lain, lonjakan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pengelola program.

Agar niat baik memberi makan bergizi tidak mengorbankan piring nasi para pedagang kecil, rantai pasok pangan perlu diatur dengan lebih cermat. Pemisahan jalur pasokan antara kebutuhan program massal dan kebutuhan pasar tradisional harian mendesak untuk dilakukan.

Tanpa manajemen logistik yang matang, berkah bagi petani di desa akan terus menyisakan jeritan bagi para pedagang kecil di sudut kota Jakarta.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles