Kisah Perajin Janur Asal Banten Mengais Rezeki Lebaran Haji di Trotoar Ibu Kota
Jakarta - Spektroom : Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), pemandangan unik terlihat di sejumlah trotoar dan pasar tradisional Jakarta. Puluhan pedagang musiman kulit ketupat mulai bermunculan, menjajakan lembaran janur (daun kelapa muda) yang dianyam menjadi selongsong ketupat siap pakai.
Salah satunya adalah Udin. Pria asal Banten ini menjadikan momen musiman Lebaran sebagai tambahan penghasilan di tengah lesunya daya beli masyarakat ibu kota. Bersama sejumlah rekannya, ia rela mengadu nasib langsung di Jakarta, dengan sebagian dari mereka terpaksa tidur beralaskan kardus di trotoar demi menekan biaya hidup.
"Rp15 ribu per ikat berisi 10 buah," ujar Udin saat ditemui di kawasan Pasar Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026).
Udin menuturkan, pasokan janur didatangkan langsung dalam bentuk lembaran utuh yang menempel pada pelepah dari berbagai perkebunan kelapa di Serang, Pandeglang, Rangkasbitung, hingga pesisir Jawa Barat. Dari perjalanan rantai pasok inilah, para perajin seperti Udin menganyam sendiri janur tersebut menjadi kulit ketupat agar bernilai jual tinggi.
Dari bisnis musiman ini, pedagang biasanya mengambil keuntungan sekitar Rp1.000 per ikat. Meski terlihat kecil, omzet harian yang dikantongi bisa mencapai kisaran Rp500 ribu hingga jutaan rupiah.
Bagi Udin dan perajin musiman lainnya, berjualan di bahu jalan ibu kota lebih dari sekadar mencari tambahan rezeki. Kegigihan mereka bertahan dan mengais rezeki di tengah kerasnya jalanan Jakarta menjadi cerminan semangat kerja keras untuk menyambung hidup keluarga di kampung halaman.