Kondisi Tenda Wukuf Arafah 2026 : Pengerjaan Kamar Mandi Dikebut, Pasokan Air Belum Maksimal
Jakarta - Spektroom : Gurun pasir Arafah merupakan kawasan dengan risiko tinggi, terutama terkait faktor cuaca ekstrem, panas menyengat, dan potensi badai pasir.
Fasilitas di Arafah sangat krusial bagi jemaah haji Indonesia, yang pada tahun 2026 ini kembali didominasi oleh lansia dan jemaah risiko tinggi yang menuntut kenyamanan dan kekhusyukan di tengah suhu panas ekstrem.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Ian Heryawan, meninjau kesiapan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang akan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia,
"Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya," kata Ian
Dari hasil pengecekan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.
Ian menjelaskan, dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi, disiapkan sekitar 238 tempat tidur. Ia memastikan kapasitas tersebut cukup untuk menampung jemaah haji.
"Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat," ujar nya
Untuk memudahkan penempatan, lanjut Ian, setiap tenda akan dilengkapi keterangan kapasitas, daftar kloter, serta nama jemaah dan tetap memperhatikan kedekatan antarjemaah dalam satu kloter
"Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh," jelasnya.
Khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, Kemenhaj juga memastikan fasilitas seperti kamar mandi dan toilet yang disediakan telah disesuaikan dengan standar kenyamanan.
Terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di beberapa titik, tetapi belum merata di seluruh area. Namun, pihaknya akan terus memastikan fasilitas ini dalam pengecekan selanjutnya yang dijadwalkan dilakukan lima hari ke depan.
"Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas tenda, Kemenhaj akan mencocokkan data kapasitas dengan jumlah jemaah secara detail.
"Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah," pungkasnya kepada tim Media Center Haji (MCH), di Makkah, Sabtu (9/5/2026) dilansir dari Kemenhaj di Jakarta, Minggu (10/5/2026) .