Trending

Korban Bencana di Kabupaten Agam Sumbar Butuh Sedikitnya 525 Huntara

Korban Bencana di Kabupaten Agam Sumbar Butuh Sedikitnya 525 Huntara
Bupati Agam, Beni Warlis (rompi hitam) saat meninjau hunian sementara untuk korban bencana banjir longsor (Foto: Kominfo Agam)

Spektroom - Pemerintah Kabupaten Agam membutuhkan sedikitnya 525 unit hunian sementara (Huntara) untuk menampung sekitar 1.678 warga terdampak bencana yang hingga kini masih mengungsi.

Ribuan warga tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka setelah rumah dan kawasan permukiman hancur diterjang bencana banjir bandang dan longsor. Kebutuhan pembangunan Huntara terbanyak berada di Kecamatan Palembayan dengan total 281 unit.

Huntara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hancur akibat banjir bandang yang terjadi pada Kamis, 27 November lalu, di empat jorong yang berada dalam wilayah Nagari Salareh Aia Utara dan Nagari Salareh Aia Timur.

Selain Palembayan, Kecamatan Tanjung Raya membutuhkan 83 unit Huntara. Kemudian Kecamatan Palupuh sebanyak 53 unit, Kecamatan Malalak 51 unit, Kecamatan IV Koto 46 unit, Kecamatan Matur 23 unit, serta Kecamatan Tanjung Mutiara sebanyak 11 unit. Seluruh kebutuhan tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya rusak berat dan tidak lagi layak huni.

Dari total kebutuhan mendesak tersebut, pembangunan Huntara di Kecamatan Palembayan telah mulai dilaksanakan. Salah satu lokasi pembangunan dipusatkan di kawasan SDN 05 Kayu Pasak sebagai langkah awal penanganan darurat bagi warga yang masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.

Bupati Agam, Beni Warlis bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Agam M. Lutfi meninjau langsung progres pembangunan Huntara di Kayu Pasak, Palembayan.

Dalam kunjungan tersebut, Beni Warlis menegaskan, pembangunan Huntara menjadi bagian penting dari program tanggap darurat pascabencana.

“Huntara ini adalah salah satu bentuk penyelamatan bagi warga terdampak bencana. Kami ingin memastikan masyarakat yang rumahnya hancur memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujar Beni Warlis, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, Huntara dirancang sebagai hunian sementara yang dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung dasar. Dengan fasilitas tersebut, warga dapat tinggal bersama keluarga dan mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dalam masa transisi pascabencana.

“Dengan adanya Huntara, warga tidak perlu lagi tinggal terlalu lama di pengungsian. Mereka bisa lebih nyaman, lebih aman, dan mulai menata kembali kehidupan keluarga,” katanya.

Beni Warlis berharap pembangunan Huntara dapat segera direalisasikan di seluruh titik kawasan terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan, terutama bagi warga yang rumahnya hancur total maupun permukiman yang berada di kawasan rawan bencana.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat dan seluruh unsur terkait agar seluruh Huntara yang dibutuhkan di Kabupaten Agam bisa segera dibangun,” tutupnya.

Berita terkait

Sikendali Ambon: Pemkot Bidik Ancaman Inflasi dari Jalur Pasokan

Sikendali Ambon: Pemkot Bidik Ancaman Inflasi dari Jalur Pasokan

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mulai menyiapkan strategi baru untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkot memperkenalkan SIKENDALI AMBON, sebuah sistem berbasis data yang dirancang mendeteksi risiko inflasi sebelum berdampak pada masyarakat. Konsep yang merupakan singkatan dari Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik Ambon

Eva Moenandar, Julianto
Pemkab Bogor Berkomitmen Akan Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Yang Berhasil Meraih Prestasi

Pemkab Bogor Berkomitmen Akan Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Yang Berhasil Meraih Prestasi

Bogor-Spektroom : Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memberikan penghargaan kepada atlet yang berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah. Bentuk apresiasi tersebut salah satunya melalui pemberian uang pembinaan sebagai penghargaan atas perjuangan dan dedikasi para atlet. Hal tersebut disampaikan Rudy saat mengukuhkan dan melepas 946

Asmari, Julianto
Enam Desa di Kecamatan Pasilambena, Hanya Dilayani dua Bhabinkamtibmas

Enam Desa di Kecamatan Pasilambena, Hanya Dilayani dua Bhabinkamtibmas

Kep. Selayar-Spektroom : Keterbatasan personel Bhabinkamtibmas menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan pelayanan kepolisian di wilayah kepulauan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ini, enam desa dengan luas wilayah 114,50 kilometer persegi dan jumlah penduduk 7.008 jiwa hanya dilayani dua personel Bhabinkamtibmas yang masing-masing membawahi tiga desa. Kondisi

Yahya Patta, Julianto