Trending

Kota Batu Jadi Panggung Ekonomi Desa Nusantara! Nurochman Dorong INDOVEX Jadi Agenda Nasional Berkelanjutan

Kota Batu Jadi Panggung Ekonomi Desa Nusantara! Nurochman Dorong INDOVEX Jadi Agenda Nasional Berkelanjutan
Wamendes Ahmad Rizal Patria menerima Anggrek Dendro andalan Batu oleh Walikota Batu Nurochman didampingi Wakil Walikota Heli Suyanto dan ketua DPRD Batu Didik Subianto ketika meninjau stand Pameran Indovex. ( Foto.Buang )

Batu - Spektroom : Kota Batu mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Indonesia Village Expo (INDOVEX) 2026, sebuah ajang nasional yang mempertemukan potensi desa, pelaku UMKM, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas pasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan.

Digelar Senin–Rabu (2–4/11/2026) di Stadion Gelora Brantas, pameran ini menghadirkan lebih dari 90 stan dan 50 produk kuliner desa kreatif dari wilayah Malang Raya.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI, Ahmad Riza Patria, secara resmi membuka INDOVEX 2026, Senin (2/11/2026). Pembukaan tersebut dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, perwakilan Polres Batu Kompol Suwarno, S.H., M.H., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Bagi Kota Batu, penyelenggaraan INDOVEX bukan sekadar menjadi tuan rumah pameran. Momentum ini membuka kesempatan memperkenalkan kekuatan daerah di sektor pertanian, pariwisata, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif kepada jaringan usaha dari berbagai daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan Tim Komunitas Batu Versity bersama Kinarya ini mengusung semangat Bangun Desa, Bangun Indonesia. Melalui pameran, seminar, lokakarya, dan business matching, INDOVEX diharapkan mempertemukan produsen desa dengan calon pembeli, investor, serta mitra usaha.

Nurochman: Batu Siap Jadi Ruang Kolaborasi Desa

Wali Kota Batu Nurochman menyambut positif penyelenggaraan INDOVEX 2026. Menurutnya, Kota Batu memiliki ekosistem pertanian, pariwisata, dan UMKM yang relevan dengan tujuan pengembangan ekonomi desa.

Wamendes bersama jajaran Pemkot Batu foto bersama di stand miniatut Pasar Induk Among Tani ( Foto.Buang )

Ia berharap INDOVEX tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi dapat diselenggarakan secara berkelanjutan di Kota Batu.

"Kami masih merekomendasikan INDOVEX ini bisa diselenggarakan pada tahun-tahun selanjutnya karena merupakan forum yang sangat baik untuk membangun kemitraan dengan desa-desa di seluruh Indonesia," ujar Nurochman dalam sambutan selamat datang.

Menurutnya, INDOVEX memberikan ruang pertemuan antara produsen desa dengan investor, calon pembeli, dan mitra usaha. Melalui pameran, lokakarya, serta business matching, produk desa diharapkan tidak hanya dikenal, tetapi juga memperoleh kepastian pasar.

Nurochman menegaskan, produk desa membutuhkan agregator, pembeli tetap (off-taker), dan jaringan distribusi agar mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Ia juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Batu yang hampir seluruhnya telah berdiri. Koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang distribusi produk dan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Namun, keberhasilan INDOVEX tidak cukup diukur dari jumlah stan, pengunjung, maupun kerja sama yang ditandatangani. Dampak nyata terhadap penguatan usaha, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi ukuran keberhasilannya.

Karena itu, Nurochman meminta PT Kinarya selaku penyelenggara menyiapkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut setelah pameran berakhir.

"INDOVEX jangan sekadar menjadi forum seremonial. Harus ada tindak lanjut konkret untuk membangun jejaring dan kemitraan dengan desa-desa di seluruh Indonesia," tegasnya.

Wamendes Dorong Desa Tembus Pasar Ekspor

Dalam sambutannya, Ahmad Riza Patria menegaskan desa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan ekonomi nasional. Indonesia memiliki 75.266 desa dengan potensi pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, kerajinan, dan ekonomi kreatif.

Wamendes Ahmad Rizal Patria. ( foto.Buang )

Namun, banyak produk desa masih menghadapi kendala standardisasi, permodalan, teknologi, dan akses pemasaran.

"Jangan sampai produk desa hanya dipamerkan, tetapi tidak dipasarkan. Kita ingin produk desa naik kelas, BUM Desa semakin profesional, pasar semakin luas, dan pendapatan masyarakat semakin meningkat," tegasnya.

Ahmad Riza mendorong desa berkembang dari kategori maju dan mandiri menjadi desa ekspor. Untuk mewujudkannya, pemerintah desa diminta memperkuat BUM Desa, meningkatkan produktivitas, mengembangkan nilai tambah produk pertanian, serta memanfaatkan teknologi digital.

Ia juga mengajak pejabat pemerintah, akademisi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat membina desa melalui pendampingan, gagasan, jaringan pemasaran, serta akses permodalan.

Wamendes mengaitkan pengembangan ekonomi desa dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan dari desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Potensi Kota Batu Menjadi Daya Tarik

Usai membuka pameran, Ahmad Riza Patria bersama Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, dan rombongan meninjau sejumlah stan. Mereka melihat langsung produk unggulan desa, UMKM, serta kuliner kreatif yang ditampilkan peserta.

Wamendes meninjau standa Batik PKK Kota Batu ( Foto: Buang )

Selain pameran, INDOVEX menghadirkan seminar Indonesia Carbon Village dengan tema "Arah dan Kebijakan Perdagangan Karbon Indonesia serta Kemanfaatannya bagi Desa". Agenda ini membahas peluang ekonomi perdagangan karbon melalui pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Seminar Youth Smart Village juga digelar untuk mendorong generasi muda desa mengembangkan kreativitas, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.

Bagi Kota Batu, kegiatan ini menjadi kesempatan memperluas jejaring antardaerah sekaligus memperkenalkan potensi pertanian, pariwisata, kuliner, dan UMKM kepada pasar yang lebih luas.

Penyelenggaraan INDOVEX di Kota Batu diharapkan tidak hanya mendatangkan aktivitas ekonomi selama pameran, tetapi juga melahirkan kemitraan jangka panjang yang menguntungkan pelaku usaha lokal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan promosi berubah menjadi transaksi, pertemuan bisnis menghasilkan kontrak, dan kerja sama membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan Kota Batu menjadi tuan rumah INDOVEX 2026 bukan hanya terlihat dari kemeriahan pameran, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang berlanjut setelah kegiatan berakhir.

Berita terkait

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Bandarlampung - Spektroom: Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yanyan Ruchyansah pukul 08.00, Selasa 3 November 2026, diagendakan memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia

Anggoro AP
Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Denpasar – Spektroom :  Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Ferry Juliantono menegaskan,  Pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen penting perekonomian nasional lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mulai dari pembentukan badan usaha hingga pembangunan fisik dan pengoperasiannya. Penegasan tersebut disampaikan saat  mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di

Nurana Diah Dhayanti
2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas