KOWANI Luncurkan Gerakan Nasional Festival Panen Raya Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Jakarta - Spektroom : Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) meluncurkan Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI untuk Penguatan Ketahanan Pangan Nasional melalui Seminar Nasional yang diselenggarakan secara hibrida di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Gedung Graha Mandiri, Jakarta.
"Gerakan nasional ini merupakan bagian dari komitmen KOWANI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan perempuan, diversifikasi dan hilirisasi pangan lokal, pengembangan pohon pangan, penguatan koperasi dan UMKM, serta dukungan terhadap inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO, sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku," kata Ketua Umum KOWANI, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H, Senin, (27/08/2026) di Jakarta.
Gerakan ini bukan sekadar penyelenggaraan seminar ataupun peluncuran program, melainkan awal dari sebuah gerakan nasional yang mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, ketahanan pangan, pembangunan desa, dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai organisasi federatif perempuan tertua di Indonesia yang lahir dari Kongres Perempoean Indonesia Tahun 1928, KOWANI kembali jati dirinya sebagai Rumah Besar Perjuangan dan Peradaban Perempuan Indonesia, Payung Besar Organisasi-Gerakan Perempuan Indonesia, sekaligus Majelis Tertinggi Federatif Organisasi Perempuan Indonesia.
KOWANI mendorong pembangunan ekosistem ketahanan pangan yang melibatkan pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, media, dan seluruh elemen bangsa melalui pendekatan Pentahelix, Hexahelix, dan Octahelix.
Sebagai bagian dari rangkaian menuju 100 Tahun KOWANI (1928–2028), KOWANI meluncurkan 4 gerakan strategis nasional yang saling terintegrasi, yaitu Kick-Off Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI untuk Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Kick-Off KOWANI Car Free Day melalui Fun Walk Gerakan Nasional Tempe Goes to UNESCO yang direncanakan (9/8/2026), Pengembangan Pamong Pramuka KOWANI sebagai bagian dari kaderisasi dan estafet kepemimpinan perempuan Indonesia dan Transformasi Digital KOWANI melalui website resmi dan Portal Ruang Perempuan sebagai pusat informasi, komunikasi, dokumentasi, kolaborasi, dan pelayanan digital organisasi.
KOWANI mendukung inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO serta pengembangan KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World, sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku, sebagai bagian dari diplomasi budaya sekaligus pelestarian sejarah perjuangan perempuan Indonesia di tingkat dunia.
Mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Ir. Kasan, M.M., Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, membuka Seminar Nasional KOWANI, mengatakan tema seminar sejalan dengan arah pembangunan nasional mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri secara ekonomi, serta mampu menjadi salah 1 pemain utama dalam sistem pangan dunia. Melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, berbagai kebijakan lintas kementerian dan lembaga diperkuat, agar seluruh rantai sistem pangan nasional berjalan secara terpadu, efektif, dan saling mendukung.
Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), produksi beras Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 34,6 juta ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan menempatkan Indonesia sebagai salah 1 produsen beras terbesar di dunia.
Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan pangan nasional. Jutaan perempuan Indonesia berperan sebagai petani, buruh tani, pengolah hasil pertanian, pelaku UMKM pangan, penyuluh, hingga penggerak berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi hasil pertanian, mengapresiasi inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO sebagai bagian dari diplomasi budaya dan diplomasi pangan Indonesia.