KOWANI Nyalakan Perdamaian dari Bundaran Hotel Indonesia
Jakarta -Spektroom : Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) memperingati Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace) menggelar Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (21/09/2026).
Kegiatan ini momentum bagi perempuan Indonesia dan seluruh unsur masyarakat untuk sejenak menghentikan berbagai perbedaan, meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang damai.
Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto,mengatakan perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Perempuan memiliki posisi strategis karena berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penjaga nilai kemanusiaan.
“KOWANI memandang perempuan mempunyai kedudukan penting sebagai pendidik pertama, penjaga nilai kemanusiaan, perawat kehidupan, penggerak keluarga, pemimpin masyarakat, sekaligus pembangun perdamaian,” ujar Nannie.
Peran itu semakin penting di tengah masih ditemukannya kekerasan terhadap perempuan, persoalan dalam keluarga, serta maraknya konten di ruang digital yang kurang mendidik.
KOWANI mendorong perempuan agar menjadi agen perdamaian yang mampu mencegah kekerasan, membangun dialog, merawat persaudaraan, dan memperkuat ketahanan keluarga.
Sebagai dirigen atau koordinator organisasi-organisasi perempuan tentu menjadikan agen perdamaian yang berupaya mencegah kekerasan, membangun dialog untuk merawat persaudaraan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menanamkan nilai persatuan kepada generasi penerus.
Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi berbagai organisasi perempuan yang tergabung dalam KOWANI. Keberagaman latar belakang organisasi, profesi, komunitas, dan nilai yang dimiliki anggotanya menjadi kekuatan untuk bersama-sama menjawab berbagai persoalan masyarakat.

KOWANI tengah mendorong pelestarian sejarah perjuangan perempuan Indonesia melalui pengajuan arsip organisasi ke UNESCO dalam program Memory of the World. Semangat persatuan yang ditunjukkan perempuan Indonesia sejak masa perjuangan perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Arsip yang dimiliki KOWANI merekam perjalanan perjuangan perempuan Indonesia dan masih terus dirawat serta ditata. Arsip itu diajukan kepada UNESCO untuk diusulkan menjadi bagian dari Memory of the World agar warisan sejarah perempuan Indonesia semakin dikenal dunia.
Perjuangan perempuan Indonesia pada masa lalu memiliki nilai penting karena mampu mempertemukan berbagai kelompok dalam 1 semangat persatuan, meskipun teknologi komunikasi dan transportasi saat itu belum berkembang seperti sekarang.
Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia di Bundaran HI juga diisi dengan doa lintas agama. KOWANI menghadirkan tokoh dari berbagai agama untuk bersama-sama mendoakan perdamaian dunia dan Indonesia.
Doa lintas agama menjadi wujud kebersamaan untuk memperkuat persaudaraan dan semangat kemanusiaan, tanpa mengesampingkan tata ibadah serta keyakinan masing-masing.
Dari Bundaran Hotel Indonesia, perempuan Indonesia menyalakan cahaya perdamaian untuk negeri dan dunia,