Trending

KPK Ingatkan Kepala Perangkat Daerah dan Anggota DPRD Sleman untuk Menjaga Integritas

KPK Ingatkan Kepala Perangkat Daerah dan Anggota DPRD Sleman untuk Menjaga Integritas
Mohammad Indra Furqon, Widyaiswara Ahli Madya KPK RI, memberikan sosialisasi Tindak Pidana Korupsi dan pemanfaatan LHP BPK di Aula Bappeda Sleman, Jumat (23/1/2026). Foto : Fatmawati

Spektroom – Pemerintah Kabupaten Sleman menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk melaksanakan sosialisasi antikorupsi bagi Kepala Perangkat Daerah dan anggota DPRD Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pangripta Bappeda Sleman, Jumat (23/1/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber dari KPK RI, yakni Mohammat Indra Furqon, Widyaiswara Ahli Madya KPK RI, serta Raden Aryo Bilowo, Penyelidik Tindak Pidana Korupsi Ahli Madya KPK RI.

Adapun tema yang diangkat adalah “Delik-delik Tindak Pidana Korupsi dan Penggunaan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK dalam Penyelidikan Tindak Pidana Korupsi.”

Dalam pemaparannya, narasumber memberikan penjelasan mengenai gratifikasi dan suap yang merupakan bagian dari delik tindak pidana korupsi. Muh. Indra Furqon mengungkapkan bahwa gratifikasi kerap disalah artikan sebagai hal yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari budaya ketimuran, seperti saling memberi dan tanda terima kasih.

Namun, dalam konteks pelayanan publik, praktik tersebut berpotensi menjadi suap yang dapat memengaruhi objektivitas, terlebih jika berkaitan dengan jabatan.

“Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima gaji dari keuangan negara maupun daerah harus memiliki integritas serta budaya antigratifikasi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada para Kepala Perangkat Daerah dan anggota DPRD untuk segera melaporkan gratifikasi yang diterima kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak diterimanya pemberian tersebut. Menurutnya, pelaporan ini dapat menggugurkan dugaan unsur pidana bagi penerima gratifikasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa sosialisasi antikorupsi ini merupakan upaya memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Sleman untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih melalui penguatan sistem pengendalian intern pemerintah, peningkatan transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta pemanfaatan sistem elektronik dalam penegakan disiplin aparatur.

“Berbagai upaya telah dan akan terus kami lakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Berita terkait

Wali Kota Surakarta: Penyandang Disabilitas Berhak atas Kesempatan dan Pelayanan Setara

Wali Kota Surakarta: Penyandang Disabilitas Berhak atas Kesempatan dan Pelayanan Setara

Surakarta – Spektroom: Penyandang disabilitas harus mendapatkan hak, akses, dan kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat maupun pembangunan kota. Untuk mewujudkannya, fasilitas publik yang dibangun pemerintah perlu melibatkan penyandang disabilitas dalam pengujian aksesibilitas secara langsung. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta Respati Ardi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Polres Kepulauan Selayar Lanjutkan Kegiatan Minggu Kasih Bersama Umat Kristiani

Polres Kepulauan Selayar Lanjutkan Kegiatan Minggu Kasih Bersama Umat Kristiani

Kepulauan Selayar-Spektroom: Komitmen Polres Kepulauan Selayar untuk hadir dan membangun kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat terus berlanjut. Melalui kegiatan Minggu Kasih, personel Polres Kepulauan Selayar bersama Polsek Benteng menyambangi Rumah Ibadah Katolik Santo Paulus di Jalan KH. Hayyung, Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, Minggu (1/11/2026). Kegiatan dilaksanakan sekitar

Nur Jalil Sultan, Bian Pamungkas
Pemkot Palangka Raya Buka Penggunaan Dana Karhutla, Transparansi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Pemkot Palangka Raya Buka Penggunaan Dana Karhutla, Transparansi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Palangka Raya-Spektroom: Penggunaan dana negara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki ruang untuk mengetahui dan mengawasi agar setiap anggaran benar-benar digunakan sesuai kebutuhan di lapangan. Komitmen tersebut disampaikan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui konferensi pers penggunaan Belanja Tidak Terduga

Polin, Bian Pamungkas