Lampung & Jateng Jalin Kerja Sama Lintas Sektor Senilai Rp. 833 M

Lampung & Jateng Jalin Kerja Sama Lintas Sektor Senilai Rp. 833 M
Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Jawa Tengah (Foto Spektroom).

Spektroom - Kerjasama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah menjadi pijakan yang kuat untuk melangkah lebih jauh. Mulai dari ketahanan pangan, investasi, pariwisata, industri dan perdagangan, hingga penguatan koperasi dan UMKM.

Kedua Provinsi memiliki potensi besar untuk dikelola bersama, adapun nilai transaksi atas Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama ini sebesar Rp.833 miliar.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal pada acara Malam Ramah Tamah Gubernur Lampung Bersama Gubemur Jawa Tengah dan Penandatanganan Kerjasama, bertempat di Mahan Agung Rumah Jabatan Gubernur, Jalan dr. Susilo, Bandarlampung, Selasa (6/1/2026).

audio-thumbnail
Voice Gubernur Mirza
0:00
/54.961625

Dalam sambutannya Gubernur Mirza juga mengatakan Provinsi Lampung dengan Provinsi Jawa Tengah memiliki peran strategis masing-masing, Jawa Tengah dikenal dengan kekuatan sektor tanah, industri, serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

Sementara Lampung, memiliki posisi strategis sebagai gerbang pulau Sumatera dengan potensi besar di sektor pertanian, budaya, dan industri pengolahan.

"Kami yakin jika potensi-potensi ini disinergikan, hasil yang dicapai itu akan jauh lebih optimal dibanding berjalan sendiri-sendiri" ujar Gubernur Mirza.

Namun, lanjut Gubernur disektor komoditas, kedua Provinsi memiliki komoditas dengan unggulan yang kurang lebih sama, yaitu jagung, padi, dan turunannya.

Sebagai provinsi penghubungan antara pulau Jawa dan pulau Sumatera, Lampung berada pada jalur utama distribusi barang dan biasa.

"Jadi, banyak sekali barang-barang komoditas dari Sumatera Selatan, Bengkulu, keluar ke Pulau Jawa melalui provinsi Lampung." katanya lagi.

Ahmad Luthfi - Gubernur Jawa Tengah (Foto Spektroom).

Sementara ditempat yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung akan berkembang maju bersama-sama dalam rangka konektivitas, kolaboratif, komitmen yang diciptakan kedua Provinsi.

"Tentunya kita semua menyadari bahwa membangun suatu provinsi itu tidak bisa mengandalkan PAD maupun APBD saja. Kita harus melakukan yang namanya kolaboratif dan integrasi, baik itu dengan pemerintah pusat, antar Kabupaten dan Kota sampai ditingkat desa di masing-masing Provinsi" rincinya.

Sekedar mengingatkan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkunjung ke Lampung dalam rangka mendorong pengembangan aglomerasi wilayah.

Konsep ini mengupayakan adanya sinergi dan kolaborasi antar Provinsi bekerja sama dengan provinsi lain, seperti Provinsi Lampung.

Kerja sama yang dijalin pun merambah berbagai bidang, seperti investasi, UMKM, ketahanan pangan, dan lainnya.(@Ng).

Berita terkait

Penggelaran Personil Polres Pare-Pare Pagi Hari, Fokus Pengendalian Lalu Lintas dan Keselamatan Pengguna Jalan

Penggelaran Personil Polres Pare-Pare Pagi Hari, Fokus Pengendalian Lalu Lintas dan Keselamatan Pengguna Jalan

Spektroom - Polres Parepare melakukan penggelaran personel pada pagi hari di sejumlah ruas jalan wilayah Kota Parepare. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan pengendalian arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan pada jam sibuk pagi hari. Penggelaran personel yang dikenal dalam lingkup Polri sebagai Giat Commanderwish tersebut melibatkan Satuan

Nur Jalil Sultan, Anggoro AP
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto: Izin Pertambangan Rakyat Hanya Untuk Koperasi, Bukan Perusahaan

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto: Izin Pertambangan Rakyat Hanya Untuk Koperasi, Bukan Perusahaan

Spektroom - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Kabupaten Kuantan Singingi, diperuntukkan sepenuhnya bagi masyarakat melalui koperasi dan kelompok resmi, tanpa melibatkan perusahaan swasta. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan, kebijakan tersebut dirancang agar pertambangan rakyat benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikuasai

Salman Nurmin, Rafles