Pemko Sawahlunto Kebut Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku

Pemko Sawahlunto Kebut Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku
Kepala UPTD Puskeswan Kota Sawahlunto, drh. Meta Levi Kurnia, di Sawahlunto (koleksi foto Meta Levi K)

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto terus menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak guna mencegah penyebaran wabah dan menjaga produktivitas peternakan masyarakat.

Hingga awal Mei 2026, sebanyak 630 dosis vaksin PMK telah diberikan kepada ternak sapi dan kerbau dari target 1.000 dosis yang diprogramkan tahun ini.
Capaian tersebut disampaikan Kepala UPTD Puskeswan Kota Sawahlunto, drh. Meta Levi Kurnia, di Sawahlunto, Kamis (7/5/2026).

Menurut drh. Meta, realisasi vaksinasi merupakan hasil pelaksanaan vaksinasi PMK yang berlangsung sejak 13 April - 30 April 2026 di sejumlah desa dan kelurahan di Kota Sawahlunto.

Pelaksanaan vaksinasi PMK menyasar berbagai sentra peternakan yang tersebar di empat kecamatan di Kota Sawahlunto. Lokasi vaksinasi meliputi Desa Kolok Mudik, Kolok Nan Tuo, Desa Santur, Desa Talago Gunung, Kelurahan Durian I dan Durian II, Lubang Panjang, Saringan, hingga Desa Talawi Hilir, Talawi Mudik, Bukik Gadang dan Batu Tanjung.

Pemerintah daerah melalui UPTD Puskeswan memastikan vaksinasi terus berlanjut pada pekan ini hingga target 1.000 dosis dapat tercapai sepenuhnya.

“Untuk minggu ini kegiatan vaksinasi PMK masih terus dilanjutkan di beberapa lokasi agar target 1.000 dosis dapat terpenuhi,” jelasnya.
Kolaborasi Petugas dan Masyarakat Jadi Kunci

Drh. Meta menegaskan keberhasilan program vaksinasi PMK tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari petugas lapangan, pemerintah desa hingga partisipasi aktif masyarakat pemilik ternak.

Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh ternak rentan dapat memperoleh perlindungan maksimal terhadap virus PMK.

“Keberhasilan vaksinasi ini tentu didukung oleh kerja sama petugas lapangan, pemerintah desa serta partisipasi masyarakat yang membawa ternaknya untuk divaksin,” katanya.

Pemberian vaksin PMK dilakukan sebagai langkah strategis untuk membentuk kekebalan tubuh atau antibodi pada hewan ternak agar terhindar dari infeksi virus PMK yang dapat menyerang sapi dan kerbau.

Selain meningkatkan imunitas ternak, vaksinasi juga dinilai efektif dalam menekan risiko penyebaran wabah, mengurangi angka kematian ternak, serta mencegah kerugian ekonomi bagi peternak akibat penurunan produktivitas daging maupun susu.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap program vaksinasi PMK dapat menjaga stabilitas sektor peternakan daerah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat peternak dalam menjalankan usaha mereka. (Ris1)

Berita terkait

SPPMHKP Ternate Luncurkan Klinik Mutu Ikan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

SPPMHKP Ternate Luncurkan Klinik Mutu Ikan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

Ternate-Spektroom: Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (SPPMHKP) Ternate meluncurkan Klinik Mutu Ikan sebagai upaya memperkuat mutu, keamanan, dan daya saing produk perikanan di Maluku Utara. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 bertema “Sinergi Peningkatan Mutu, Keamanan, dan Daya Saing Produk Perikanan” di ruang

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
Mendagri Tito Karnafian Apresiasi Langkah Pencegahan Karhutla di Riau

Mendagri Tito Karnafian Apresiasi Langkah Pencegahan Karhutla di Riau

Pekanbaru-Spektroom: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan pemerintah daerah di Provinsi Riau berjalan baik. Penilaian tersebut disampaikan Tito saat menghadiri rapat internal penanganan karhutla bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Posko Aju, Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/

Salman Nurmin, Bian Pamungkas
ссс