Kemenag Sawahlunto Tekankan Profesionalisme dan Peta Dakwah dalam Pembinaan Penyuluh Agama Islam

Kemenag Sawahlunto Tekankan Profesionalisme dan Peta Dakwah dalam Pembinaan Penyuluh Agama Islam
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., MM (foto Riswan/Spektroom)

Sawahlunto—Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar kegiatan silaturrahim dan pembinaan bagi penyuluh agama Islam se-Kota Sawahlunto, Kamis (7/5), di aula kantor Kemenag setempat. Kegiatan tersebut diikuti 25 penyuluh agama Islam dari empat kecamatan di Kota Sawahlunto.

Kegiatan pembinaan ini dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., MM,

Dalam arahannya, Dr. Zulkifli menegaskan pentingnya profesionalisme penyuluh agama dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh penyuluh memahami tugas dan fungsi berdasarkan regulasi yang berlaku, mulai dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Agama (PMA), hingga Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Kanwil Kemenag.

Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi menjadi dasar penting agar pelayanan keagamaan berjalan sesuai ketentuan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Penyuluh harus cerdas memahami tugas berdasarkan aturan yang berlaku. Semua pekerjaan harus dijalankan secara tuntas karena setiap tugas akan dipertanggungjawabkan, baik kepada negara maupun kepada Allah SWT,” ujar Dr. Zulkifli dalam arahannya.

Ia menekankan bahwa ketuntasan kerja tidak hanya sebatas penyelesaian administrasi, tetapi juga mencakup ketepatan waktu, sasaran pembinaan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kakankemenag Sawahlunto juga menyoroti kompleksitas tugas penyuluh agama yang berhadapan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dan tingkat pendidikan.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, kemampuan komunikasi, dan pendekatan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sebagai langkah penguatan pembinaan keagamaan, Dr. Zulkifli juga menginstruksikan para penyuluh untuk menyusun peta dakwah Kota Sawahlunto. Peta dakwah tersebut nantinya akan menjadi dasar pemetaan kondisi masyarakat serta kebutuhan pembinaan keagamaan di masing-masing wilayah.

Selain fokus pada pembinaan masyarakat, Kemenag Sawahlunto juga mendorong para penyuluh untuk aktif menulis materi-materi keagamaan. Tulisan tersebut diharapkan dapat dihimpun dan diterbitkan menjadi buku yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kita berupaya agar tulisan-tulisan ini nantinya bisa menjadi buku dan tetap bermanfaat walaupun kita sudah tidak ada,” ungkap Dr. Zulkifli.

Ia menilai budaya literasi di kalangan penyuluh agama penting dikembangkan sebagai bagian dari dakwah intelektual dan dokumentasi pemikiran keislaman.

Berita terkait

Mahasiswa Profesi Ners Universitas Aisyiyah Surakarta Ajak Warga Solo Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Mahasiswa Profesi Ners Universitas Aisyiyah Surakarta Ajak Warga Solo Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Surakarta – Spektroom: Para calon perawat dari Universitas Aisyiyah Surakarta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui program bank sampah dengan mengumpulkan sampah kering yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program itu, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah kering seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, hingga barang bekas seperti panci rusak untuk

Ciptati Handayani, Afrizal Aziz
Coffee Morning di Istana Kadriah,Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Daerah

Coffee Morning di Istana Kadriah,Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Daerah

Pontianak-Spektroom : Suasana hangat namun sarat pesan strategis terasa di lingkungan Istana Kadriah, Kamis (07/05/2026). Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, hingga tokoh masyarakat berkumpul dalam agenda coffee morning lintas sektoral untuk membahas situasi keamanan dan pembangunan di Kalimantan Barat. Kegiatan yang diinisiasi sebagai ruang komunikasi

Apolonius Welly, Afrizal Aziz