Mahasiswa Profesi Ners Universitas Aisyiyah Surakarta Ajak Warga Solo Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Surakarta – Spektroom: Para calon perawat dari Universitas Aisyiyah Surakarta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui program bank sampah dengan mengumpulkan sampah kering yang masih memiliki nilai ekonomi.
Melalui program itu, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah kering seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, hingga barang bekas seperti panci rusak untuk ditimbang dan ditukar dengan uang.
Kegiatan itu merupakan bagian dari praktik lapangan mahasiswa Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa dalam mata kuliah Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik (KKG) yang dilaksanakan di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo.
Salah seorang mahasiswa, Ranu, menjelaskan masyarakat nantinya dapat mengumpulkan sampah kering ke posko bank sampah yang telah disediakan. Setiap jenis sampah akan ditimbang dan memiliki nilai ekonomi berbeda sesuai jenis dan beratnya.
“Botol plastik, kardus, atau barang bekas lainnya akan ditimbang per kilogram dan dihargai sesuai jenisnya, sehingga masyarakat juga mendapat komisi dari sampah yang dikumpulkan,” ungkapnya dalam sosialisasi bank sampah kepada ibu-ibu PKK di RT 01 RW 06 Kelurahan Gandekan, Kamis (07/05/2026).
Sampah yang terkumpul nantinya dibawa ke pusat penampungan untuk diolah kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti tas daur ulang maupun kerajinan tangan lainnya. Ia juga mengimbau masyarakat memilah sampah sejak dari rumah agar nilai ekonominya lebih tinggi.
“Botol plastik misalnya bisa dipisah antara tutup, label, dan botolnya karena masing-masing memiliki harga berbeda. Kalau dipilah nilainya lebih tinggi dibanding dicampur jadi satu,” jelasnya.
Mahasiswa lainnya, Thalia, menambahkan keberadaan bank sampah diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang saat ini semakin penuh.
“Selain membantu menjaga lingkungan, bank sampah ini juga bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Jadi bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberikan penghasilan tambahan,” ujarnya.
Konsep bank sampah cukup sederhana dan fleksibel. Jika di bank biasa masyarakat menyetor uang, maka di bank sampah masyarakat cukup menyetorkan sampah dan akan mendapatkan uang sesuai hasil timbangan.
Selain memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah, para mahasiswa juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Koordinator Tim Mahasiswa KKG Unisa, Faturahman, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari praktik lapangan mahasiswa profesi Ners yang telah menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan.
“Kegiatan Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik ini menjadi salah satu syarat kelulusan profesi Ners sebelum nantinya terjun ke dunia kerja. Fokusnya pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit, dan peningkatan kualitas hidup,” jelasnya.
Sekitar 60 mahasiswa Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa diterjunkan ke berbagai wilayah RW dan RT di Kelurahan Gandekan sejak April hingga Mei 2026 untuk melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. (Ciptati Handayani)