Landmark Berhad Group akan Dikembangkan Menjadi Kawasan Wisata Terpadu Treasure Bay Bintan

Landmark Berhad Group akan Dikembangkan Menjadi Kawasan Wisata Terpadu Treasure Bay Bintan
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama rombongan Landmark Berhad Group(Foto:Diskominfo)

Tanjungpinang-Spektroom :  Treasure Bay Bintan telah dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 338 hektare dengan berbagai fasilitas unggulan, diantaranya Crystal Lagoon seluas 6,3 hektare yang dikenal sebagai salah satu laguna buatan terbesar di Asia Tenggara, serta kawasan akomodasi seperti The ANMON Resort Bintan dan Natra Bintan, a Tribute Portfolio Resort.

Landmarks Berhad Group yang dipimpin Chief Executive Officer (CEO) Mark Wee Liang Yee memaparkan rencana keberlanjutan pengembangan kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Kepulauan Riau.

Landmarks Berhad Group juga berupaya memasukkan kawasan Lagoi, Bintan, ke dalam peta pengembangan Singapore–Johor Special Economic Zone (SEZ) guna memperkuat konektivitas dan menarik lebih banyak investasi internasional.

Mark Wee meyakini langkah tersebut akan meningkatkan daya saing Kepulauan Riau sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Beberapa rencana pengembangan yang akan diwujudkan antara lain pembangunan kawasan marina, city town, dormitory, hotel, hingga The Ring Hotel yang menjadi bagian dari masterplan Treasure Bay Bintan. Ke depan, pihaknya berencana menambah pembangunan hotel, resor, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya di kawasan Treasure Bay.

“Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut sehingga seluruh rencana pengembangan ini dapat terealisasi dengan baik,” ujar Mark Wee.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus mendukung pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Ansar saat menerima kunjungan jajaran Landmarks Berhad Group yang dipimpin Chief Executive Officer (CEO) Mark Wee Liang Yee di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (15/7/2026).

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam Arahannya kepada invstor. (Foto: Diskominfo)

Ansar menyatakan Pemprov Kepri memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan tersebut karena dinilai akan semakin memperkuat daya saing pariwisata daerah.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendukung penuh rencana keberlanjutan pembangunan kawasan Treasure Bay Bintan. Investasi seperti ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Ansar.

Ia menegaskan Pemprov Kepri siap memfasilitasi berbagai kebutuhan perizinan yang menjadi kewenangan daerah, sekaligus membantu menjembatani proses perizinan di tingkat pemerintah pusat.

“Silakan siapkan seluruh persyaratan administrasinya. Untuk perizinan yang menjadi kewenangan daerah akan kami bantu percepat, sedangkan yang menjadi kewenangan pusat akan kami fasilitasi koordinasinya,” tegas Ansar.

Terkait usulan Mark Wee mengenai penguatan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Bintan dan Karimun, Ansar menyatakan siap mengajak para investor untuk bersama-sama memperjuangkan pengembangan kawasan tersebut kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif di Kepulauan Riau.

"Kami akan terus mendukung setiap rencana yang memberikan manfaat bagi kemajuan Kepulauan Riau, khususnya dalam memperkuat sektor pariwisata dan investasi," katanya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepri, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri Rodi Yantari, serta Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau. 

Berita terkait

Bupati Annisa Himpun CSR Rp31,55 Miliar untuk Infrastruktur, Dharmasraya Tempuh Skema Pembiayaan Inovatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Bupati Annisa Himpun CSR Rp31,55 Miliar untuk Infrastruktur, Dharmasraya Tempuh Skema Pembiayaan Inovatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Dharmasraya–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menerapkan strategi pembiayaan alternatif untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Melalui optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, pemerintah daerah berhasil menghimpun komitmen pembangunan infrastruktur senilai Rp31,55 miliar sepanjang 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari skema innovative financing yang dikembangkan

Riswan Idris, Rafles
Soal Olahan Singkong :Perkuat Hilirisasi Industri, Dirikan Balai Diklat Industri

Soal Olahan Singkong :Perkuat Hilirisasi Industri, Dirikan Balai Diklat Industri

Bandar Lampung - Spektroom: Provinsi Lampung dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan industri pangan berbasis singkong di Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen memperkuat hilirisasi industri, termasuk menyiapkan pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap mendukung sektor tersebut. Komitmen itu

Anggoro AP