Lantik Pamong Praja Muda, Prabowo Minta Harus Layani, Lindungi & Ayomi Rakyat
Sumedang - Spektroom: Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7/2026).
Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan para pamong praja untuk selalu hadir ketika rakyat sedang mengalami kesulitan. Para pamong praja, kata Prabowo harus menjadi pelita harapan, menjadi tauladan bagi masyarakat.
"Saudara adalah angkatan pamong Praja yang telah ikut turun langsung Selama satu bulan membantu menangani bencana di Aceh. Sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan," katanya.
Prabowo mengingatkan, menjadi pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan. Kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.
"Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya," katanya.
Kepala Negara menegaskan, rakyat Indonesia tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit. Rakyat juga tidak perlu pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya.
"Rakyat membutuhkan bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Rakyat menuntut aparatur negara yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan," katanya.
Prabowo mengingatkan, para pamong praja merupakan wajah dan lambang negara di mana pun mengabdi nantinya. Untuk itu, sikap dan penampilan para pamong praja akan menjadi penilaian rakyat terhadap negara.
"Apakah negara hadir atau tidak, apakah negara tertib atau tidak, apakah negara membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak," tegasnya.
Presiden Prabowo menegaskan, rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli kepada rakyatnya atau tidak. Keputusan-keputusan para pamong praja nantinya akan menjadi penilaian rakyat apakah negara layak dipercaya atau tidak.
"Itu beratnya tugas dan tanggung jawab seorang pamong praja," katanya.
Untuk itulah, para Praja harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya.
"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya. Rakyat membutuhkan, bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan" ujar Presiden mengingatkan.
Sementara sebelumnya Rektor IPDN Dr. H. Halilul Khairi, M.Si dalam laporannya menyebutkan dasar pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.2.5-1431 / 2026, tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026.
Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXXIII Sebagai Pamong Praja Muda Tahun 2026 sebanyak 1.204 orang, Dengan lulusan terbaik mendapatkan penghargaan Sapta Abdi Praja diberikan kepada
terbaik 1 - Aji Bayu Ramadhan, STRIP, Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Menajemen Pemerintahan Asal Pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Terbaik 2 Karina Anggi Simbolon, STRIP, Program Studi Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyaraka Fakultas Politik Pemerintahan, asal Pendaptaran Provinsi Kepulauan Riau.
Terbaik 3, Muhammad Torik Anwar, STRIP, Program Studi Keuangan Publik Fakultas Menajemen Pemerintahan Asal Pendaftaran Provinsi Jawa Tengah.(@Ng).