Lapas Perempuan Ternate Panen Tanaman Kacang Panjang

Lapas Perempuan Ternate Panen Tanaman  Kacang Panjang
Kepala Lapas Perempuan Ternate Agustina bersama sraf dan warga binaan Panen Kacang Panjang (Foto:LPP Ternate)

Spektroom - Lapas Perempuan Ternate dalam  mendukung Program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan melakukan panen sayur kacang panjang di lahan ketahanan pangan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan panen sayur tersebut dilakukan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Ternate Agustina, bersama pejabat struktural, peserta magang, dan warga binaan dengan melakukan panen kacang panjang.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Ternate Agustina usai melakukan panen kepada Spektroom mengatakan, kegiatan pertanian panen kacang panjang ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Perempuan Ternate dalam mengimplementasikan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada bidang kemandirian pangan.

"Kegiatan ini mencerminkan proses pembinaan yang berkelanjutan dan terarah guna memberdayakan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif serta mampu mandiri melalui kegiatan pertanian," ujar Agustina.

Panen tanaman kacang panjang produk warga binaan lembaga Pemasyarakat Perempuan kelas lII Ternate ini berhasil memperoleh sayur kacang sebanyak 1 kg 3 ons. Hasil Panen ini, akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas.

Hal ini sejalan dengan kontrak Barang atau Jasa Makanan (BAMA) Tahun 2026 yang mengatur bahwa mitra penyedia BAMA warga binaan wajib menyerap minimal 5 persen komoditas ketahanan pangan hasil kegiatan warga binaan di Lapas, serta sebagian dapat dipasarkan kepada pegawai.

Berita terkait

Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta –Spektroom :  Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipersiapkan menjadi simpul distribusi barang bersubsidi dan komoditas strategis pemerintah hingga tingkat desa. Skema tersebut diharapkan mampu memotong panjangnya rantai pasok sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran, efisien, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan Menkop

Nurana Diah Dhayanti
ссс